Damian sangat gelisah ketika sudah lewat jam makan siang Auris tak bisa dihubungi. Sesekali tersambung namun tak diangkat. "Kamu dimana Auris? Biasanya selalu siap kalau jam makan siang. Di kantor pun nggak ada." Sekretaris Auris masih menunggui Damian yang sibuk menghubungi Auris. "Gina, kamu yakin Auris pergi makan siang?" "Benar Pak. Ibu hanya pamit untuk makan siang, karena saya pikir sudah pasti sama Pak Damian, jadi saya tidak bertanya." Damian mendesah gelisah. "Gina, bisa kasih saya daftar klien yang suka makan siang dengan Ibu Auris?" "Bisa Pak." Gina membuka agenda di meja kerjanya. Damian terpaku pada nama Ferhad Lucky. "Ferhad sering makan siang di jam yang sama dengan Ibu?" "Mm, beberapa kali sih, Pak. Tapi sudah lama ibu berpesan untuk tidak membuat janji dengan Pak Fe

