CHAPTER 3

1229 Kata
     Pagi hari di tempat penginapan, Agatha terbangun ia melihat kanan kiri sekitarnya seraya memegang kepalanya yang sakit. "Aduh kepalaku sakit sekali,"ucap Agatha bicara sendiri dengan mata masih terpejam. Agatha pov      Pagi yang cerah di sertai udara yang dingin. Saat aku bangun dengan rasa kepalaku yang sakit, aku terheran dengan kamar yang sepertinya bukan kamarku. 'Rasanya ini bukan tempat biasa aku terbangun.'ucapku bicara dalam hati. Aku melihat seluruh sisi bagian kamar ini menoleh kanan dan kiri, Aku di kejutkan dengan pria yang tiduran di kursi dengan wajah tampannya. "Abby!! Dia disini,"gumamku. Lalu tersadar      "AaaGhhhhhh,"teriak ku histeris membuat Abby terbangun dari tidurnya, Dengan sigap ia beranjak menghampiriku.      "Ada apa..Ada apa,"ucap cepat bergerak mendekatiku. Namun aku masih terpaku memantung. Tak Ada jawabanku Abby menggigit pundakku membuyarkan lamunanku.      "Aaaawwwwhhhh..!!! aduh sakiit tau." meringisku sakit seraya mengelus pundak yang di gigit Abby.      "Makanya kalau ditanya jawab." jawabnya ketus."      "Abby kau disini,"tanyaku penasaran.       "Terus ini dimana." lanjut ucapku dengan lembut.      "Sayang.. bukankah tadi malam kau mabuk dengan pakaian seksi ini,"ucap Abby dengan sinis memandangi dengan tatapan yang tajam membuatku menunduk.      Aku langsung menutupi tubuhku dengan selimut. "Ini rumah siapa," tanyaku lagi menatap Abby yang duduk di tepi ranjang.      "Ini penginapan HOTEL sayang,"sahut abby menarik hidungku lalu mengambil jaket miliknya di atas kursi tempat ia tidur.      "Abb--"belum Aku selesai bicara tanpa basa basi dia pergi begitu saja. Aku menghela napas panjang. ***      Abby pergi meninggalkan agatha, ia mencari makanan untuk gadisnya itu. Agatha yang masih berpikir tentang abby bagaimana dirinya bisa di hotel bersama Abby.      "Kenapa Abby bisa bersamaku, yessy dimana? Terus apa Aku mabuk tadi malam bahkan Aku tak mengingat apapun," batin Agatha seraya memukul-mukul bantal lalu menenggelamkan wajahnya.      Tak lama Abby datang dengan dua bungkus nasi. "Ini makan," memberikan bungkusan nasi tersebut. Abby tidak mau memesan makanan di resto karena sangat mahal. Dengan itu Abby membeli nasi pandang menghemat uang sakunya.      Aku membuka bungkus nasi tersebut."sendoknya mana,"ucapku manja menggigit bibirnya. CUP       Abby mencium puncak kening Agatha sekilas. Agatha hanya tersenyum menatap Abby.      "Pakai tangan dong Sayang,"ucap Abby setelah mencium kekasihnya.      "Tapi aku gak ngerti,"mengerucut bibir Agatha. Abby menghela napas kasar.      "Belajar dong."ucap Abby singkat lalu mengacak rambut Agatha dengan lembut. Wajah agatha mulai mengerut, Abby mencium kening lalu menyuapkan nasi kepada agatha. Entah berapa kali Abby mencium mesra agatha. Tingkahnya membuat Agatha merasa tubuh selalu bergemetar, "Abby seromantis ini,"gumam Agatha sambil tersenyum manis memandang Abby.      Saat sedang makan berdua Ayah menelponku. Kring..kring..   CALL IS DADDY      Ayah: "halo Agatha dimana kau."      Agatha: "Ayah. Agatha sedang jogging ayah" jawabnya gugup.      Ayah: "cepat pulang sekarang"ucapnya tegas.  Tut..tut..!! Sambungan terputus sepihak oleh ayah.      Aku yang sedang makan segera bergegas ingin pulang."Abby aku harus pulang,"kata Agatha yang terlihat takut lalu meraih tasnya.      "Dengan pakaian ini," ucapnya melihat Agatha dari atas hingga ke bawah,"jogging" menggeleng kepalanya menatap tajam ke arah agatha.      "Lalu bagaimana."ucap agatha mendengus melihat pakaian dikenakannya.      "Kau tunggu sini..!! Biar aku mencari pakaian jogging,"ledeknya menyengir lalu pergi. * * *      Aku melanjutkan aktivitas makan yang terhenti tadi sembari menunggu Abby. Dalam waktu 30 menit Abby datang membawa baju untuk Agatha.      "Ini.." melempar sebuah plastik berisi baju. Aku tersenyum dan langsung saja ke kamar mandi mengganti pakaianku.      "Gimana..?" seraya Agatha memutar badannya kanan dan kiri.      "Sudah menjadi Agatha yang kutuk buku," ledek abby membuat Agatha kesal.      "APAAAA kau bilang,"memukul lengannya berkali-kali.      "Aduh..sakit, ampun sayang," meringisnya kesakitan.      "Rasain,"ketus Agatha.      "Tapi honey kau terlihat cantik dan mengairah kan tadi malam,"bisiknya membuatku melebarkan bola mata.      "Abby kau,"tatapku tajam.      Abby semakin mendekati Agatha menarik pinggulnya sehingga posisi mereka begitu dekat, "kau sangat lembut." seraya memegang bibir Agatha dengan telunjuk lalu pergi keluar.       DEG..!!! Tubuh Agatha mendadak kaku rasanya ada kupu-kupu merasuki tubuhnya. Agatha tersadar Abby sudah lebih dulu pergi.      Agatha mengejar Abby. "Abby apa kita,"ucap agatha mencekal lengan Abby.      "Kita apa," tanya Abby mendongakan kepalanya perlahan.      "Ii..itu ki..ki..ta,"ucap agatha meremas jemarinya gugup rasanya berat mengatakannya.      "Ciuman," lanjut ucap Agatha mengerjakan matanya seraya bersamaan menggigit bibirnya.      "HAAAHAAHA.." balasnya hanya tertawa membuat Agatha bingung. Melihat tingkah Abby Agatha haha berpikir 'sepertinya ia hanya menjahiliku saja'. Huft.. ***      Di parkiran penginapan hotel Abby terus menatap Agatha, membuat gadis polos itu tersipu malu. BLUSH      Abby mulai mengendarai Mobil dengan kecepatan yang laju. Saat sampai rumah Agatha terlihat depan seorang pria yang berdiri di depan rumahnya Agatha. Abby tak bisa melihat wajah pria tersebut.       "Sayang.. aku turun dulu," membuka pintu mobil. Abby mencekal tangan agatha yang ingin membuka pintu pintu, "Terima kasih buat tadi malam." mencium mesra kening Agatha lalu menatapnya dengan penuh cinta membuat Agatha tertunduk malu lalu memeluk pria tersebut. Abby membalas pelukan agatha, "kenapa?!? Hah kau malu Sayang," bisik Abby lalu melepaskan pelukan mereka.      Agatha turun seraya membalas tatapan Abby dengan mesra. "Da..da.. hati-hati di jalan,"ucap Agatha mengintip Abby dari luar jendela mobilnya. Setelah Abby tak terlihat dengan mobilnya Agatha memasuki rumahnya yang megah itu.      Agatha berlari seolah ia jogging di hadapan ayahnya yang di luar rumah bersama pria bernama Erik itu.      "Agatha,"Sapa Erik dengan senyum.      "Hai.."tersenyum Agatha.      "Tumben saja kau jogging,"ucap erik dengan lembut.      "Iya Aku lagi ingin jogging."jawab Agatha menghampiri erik dengan senyumnya.      "Kau pagi-pagi sudah di sini."tanya agatha      "Biasa kerjaan."ucap erik menatap agatha      "Di Hari minggu,"mengeryit Agatha bingung.       "Tidak libur untuk pemula sepertiku,"sambil menunjukkan sebuah berkas yang Ada di tangan Erik       "Agatha buatkan secangkir kopi untuk Erik,"pinta Ayah.      "Baiklah Ayah,"ucap Agatha pasrah.      Agatha pergi ke dapur atas perintah Ayah ia membuat secangkir kopi untuk Erik sekaligus membuat untuk ayahnya. Di dapur sambil membuat kopi Agatha berpikir tentang ucapan Abby.      "Kenapa Abby bilang teima kasih ya?!? Untuk apa?" gumam Agatha bingung menggigit jari telunjuknya. Setelah selesai membuat kopi agatha memberikan kepada Ayah dan Erik lalu pergi masuk kamar.       Agatha melihat photonya bersama Abby di laptop miliknya. Ia tersenyum sambil melihat wajah Abby di photo tersebut.      "Dasar kau pencuri hati photografer amatir," ucap agatha tersenyum memandangi photo dirinya bersama abby. Setelah beberapa lama Ayah datang memasuki kamar Agatha. Dengan cepat Agatha mematikan laptop miliknya dan menutupnya. Tok..Tok..Tok..!! "Agatha," panggil pria paruh baya. Agatha mendengar terkejut dan panik. CEKLEK       "AA..AYAH,"ucap Agatha gugup lalu menutup laptopnya dengan wajah paniknya.      "Berpakaian lah rapih, pergi temani erik ke salah satu hotel milik ayah." Ucap Reno tegas.      "Tapi Ayah Aku masih capek," keluh Agatha.      "Jangan mulai membantah Agatha," ucap Ayah menaiki suaranya.      "Baiklah Ayah,"ucap Agatha tertunduk. Ayah keluar dari kamar Agatha sedangkan Agatha hanya bisa menghela napas panjang.      Beranjak Agatha mandi lalu turun menemui ayah. "Lihat Erik Agatha sudah siap,"ucap Ayah tersenyum. Sedangkan Erik menatap takjub.      "Iya om, lebih baik Erik pergi sekarang,"pamit erik mencium punggung tangan Ayah Agatha. Erik Dan Agatha pergi sebuah hotel lumayan jauh dari rumah Agatha. Ternyata Agatha sangat terkejut melihat hotel tersebut.      "Erik apakah ini hotel milik ayah,"belalakan matanya.      "Iya ini milik ayahmu, Ayo Kita turun,"ucap erik dengan sangat lembut.      "Tidak..tidak aku tunggu di sini saja,"ucap Agatha panik. Ternyata hotel tersebut tempatnya menginap bersama Abby tadi. Sedikit penjelasan Agatha memang tidak suka tentang bisnis ayahnya jadi dengan pasti Agatha tak pernah tahu hotel tersebut milik ayahnya.      "Ya sudah Aku turun, kau tunggu lah disini Sebentar."ucap Erik lalu turun meninggalkan agatha. Agatha menunggu di Mobil, ia takut jika turun akan ada yang mengenalinya. Cukup satu jam Agatha menunggu di dalam mobil akhir juga Erik datang.   
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN