49 : Romantisme Erlin & Jamien

1900 Kata

Elin sampai di klan hingga tengah malam, jam dengan ukiran kuno di setiap sudut sisinya menunjukkan pukul dua belas malam. Saat berada di tikungan aula, Samita dan Erlin pun hendak berpisah, kamar Samita berada di bawah, sedangkan kamar Erlin harus menaiki tangga terlebih dulu. “Terimakasih sudah menemaniku, Sami.” Samita mengembangkan senyuman manisnya. “Sama-sama, Luna. Seharusnya aku yang berterimakasih padamu karena telah mengenalkan dunia luar, aku beruntung karena bisa ikut denganmu.” “Baiklah Sami, istirahat lah dan selamat malam.” “Selamat malam juga, Luna.” Ruang aula sudah nampak redup karena lampu telah dimatikan, akan tetapi di luar tadi masih banyak warrior yang berjaga. Setiap duapuluh empat jam penjagaan tidak akan berhenti, akan ada warrior yang bergiliran menjaga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN