Di penjara bawah tanah yang lembab dan berbau tak sedap, di sana terdapat beberapa sel tahanan yang kosong, sebuah alat eksekusi pun tak luput dari pandangan. Sel tahanan yang kosong pertanda bahwa para tahanannya sudah dieksekusi mati, alat eksekusi itu terdapat noda darah yang mengering, sangat menjijikkan dan tidak manusiawi. Namun, ada satu sel yang didalamnya masih terdapat seorang tahanan wanita. Rambutnya kusut kering, matanya menghitam serta bengkak, ia sudah menangis meraung-raung sejak beberapa hari yang lalu, tapi tidak ada yang mau menjenguknya sama sekali. Wanita itu bersimpuh di dekat sel, menunduk sambil terisak pelan, tubuhnya kurus kering karena tak diberikan makanan layak dan bergizi. Ini bagaikan neraka untuknya, padahal ia berpikir bahwa kesalahannya bukan suatu hal

