Erlin dan Samita sudah sampai di mansion Black Rogue, dengan mengapit Saskia di bagian tengah. Baru saja Erlin menapakkan kakinya di dalam gerbang, para warrior yang berjaga di sana menggeram tertahan. Tatapan mereka menyorot pada Saskia, aroma werewolf berpack mengganggu indra penciuman mereka karena pada dasarnya adalah musuh bebuyutan. Saskia memberingsut mundur, ia menelan ludahnya susah payah, belum lama ia berada di antara rogue-rogue ini tapi sudah mendapat sambutan mengerikan. Para warrior itu seolah ingin menerkam Saskia dan menelannya bulat-bulat. Erlin langsung siaga, Saskia adalah tanggung jawabnya selama berada di klan ini. Ia tak mau sahabatnya kenapa-apa. “Hentikan! Dia adalah tamuku, jangan macam-macam kalian.” Ujar Erlin dengan nada suara Luna tone-nya.

