38 : Sahabat

1600 Kata

Sudah tigapuluh menit yang lalu Erlin mencari-cari keberadaan Jamien di mansion ini, tapi ia sama sekali tidak menemukan pria itu. Entah ada di mana Jamien. Erlin terus berjalan melangkahkan kakinya pada lorong-lorong mansion, tapi saat ia berbelok matanya bersitatap dengan Viana. Gadis itu hanya mengabaikannya saja, Erlin tidak berniat untuk menyapanya. Namun, berbanding terbalik dengan Viana yang justru sengaja menyapa Erlin. Viana memiliki tubuh ramping dan perawakan cukup tinggi, rambutnya agak bergelombang berwarna merah menyala. “Hai, Luna.” Erlin melirik sekilas lalu mengangguk kecil, ia buru-buru ingin bertemu dengan Samita dan mengajaknya untuk menjemput Saskia. Viana mengerutkan keningnya. “Cih, sombong sekali.” Erlin mendengar celaan itu, tapi sekali lagi ia tak pedu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN