Jamien mengeluarkan senjata sabit kembar miliknya, pada pisaunya terdapat bara api yang menyala-nyala, siap untuk melahap siapapun yang ingin bermain-main dengannya. Ia sudah tak memiliki waktu lagi, tubuhnya terasa sakit karena ikatan matebond-nya dengan Erlin. Jamien yakin jika Erlin pasti tengah terluka, ia bisa ikut merasakannya juga. Black bahkan sudah mengaum keras, tulang-tulangnya terasa remuk redam, perutnya juga nyeri. “Selesaikan semuanya segera, Jamie. Erlin sedang dalam bahaya.” ujar Black, sisi wolf dari Jamien. Jamien mengangguk singkat, ia berlari menuju ke arah Helga yang sudah lemas, keduanya sempat bertarung habis-habisan tadi. Meski Jamien sempat kalah dan lemah, tapi ia bisa membalikkan keadaan dengan cepat. Helga membelalakkan mata saat Jamien sudah berada d

