44 : Crismoon Pack

1274 Kata

Dengan langkah gontai Erlin memasuki ruang medis yang terdiri dari bebeera brankar, ada satu sosok yang sangat Erlin kenali. Rohan sedang tidur dengan nyaman di sana, wajahnya terlihat pucat, bibirnya juga kering pecah-pecah. Erlin semakin berjalan mendekat, dari jarak dekat ia bisa melihat tubuh Rohan yang mengurus, entah berapa kilo ayahnya kehilangan berat badan. Erlin tidak tahu pasti apa yang sedang menjadi pikiran berat ayahnya hingga harus kurus seperti itu. Samita menunggu di luar, ia bisa melihat ke dalam berkat bantuan kaca yang transparan. Dari mata Samita bisa tahu jika Erlin sangat sedih karena keadaan ayahnya yang memburuk, bahkan bahu Erlin mulai bergetar karena tangis. “Semoga keluarga Luna Erlin diberikan kesehatan.” Gumam Samita pelan, ia turut ikut sedih melihatnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN