Erlin melakukan perjalanan menuju ke Crismoon pack, bersama dengan Samita yang selalu berada di sisinya. Selama perjalanan itu Erlin tidak henti-hentinya memikirkan Rohan, bagaimana kabar ayahnya itu? “Luna?” Samita memanggil Erlin, merasa bahwa Lunanya sedang banyak pikiran. Bahkan sesekali Erlin hampir saja menubruk pepohonan saking tidak fokusnya, hal itu membuat Samita merasakan ada yang tidak beres dengan Erlin. “Ya, Sami?” “Kau sedang memikirkan banyak hal?” tanyanya. Kini keduanya sedang berjalan di hutan, daun-daun berguguran terlihat memenuhi tanah. Semilir angin menggerakkan pohon-pohon di sana, juga menerbangkan rambut Erlin dan Samita. Untuk sejenak Erlin terdiam dengan bibir terkatup rapat, akhir-akhir ini kepalanya memang sangat sakit. “Aku merindukan keluargaku di

