"Kamu yakin bisa mencintai seseorang tanpa harus menyakitinya barang sedikit pun? Apa kamu sanggup?" - Uknown - ***** JARUM jam dinding milik Devan sudah menunjukan satu dini hari, tapi mata Devan enggan untuk terpejam. Devan masih memandang lekat langit kamarnya yang berwarna putih bersih. Suasana hening membuatnya makin tenggelam dalam lamunannya. Devan mulai merasakan hal aneh kembali setelah lima tahun yang lalu dia ditinggalkan begitu saja dengan seseorang yang sudah memiliki ruang penting di hatinya, rasa itu hadir kembali tapi bukan dengan orang yang sama melainkan berbeda. Devan tidak ingin menyebut hatinya bisa kembali terbuka setelah lama tertutup rapat karena luka. Dia tidak ingin kembali membuka hati dengan orang yang salah, lalu membuat luka baru yang lebih menyakitk

