Mobil melaju tenang di jalanan pagi yang masih lengang. Cahaya matahari jatuh lembut menembus kaca depan, memantul samar di dashboard, lalu menyentuh wajah Mira yang diam menatap ke luar jendela. Empat hari lagi. Pikiran itu terus berulang di benaknya, membuat d4danya berdebar sedikit lebih cepat dari biasanya. Di kursi kemudi, Matteo tampak jauh lebih tenang dibanding hari-hari sebelumnya. Tangannya mantap menggenggam setir, rahangnya rileks, namun sesekali matanya melirik ke arah Mira seakan memastikan sesuatu yang bahkan ia sendiri belum sepenuhnya pahami. Perjalanan kali ini hanya mereka berdua. Tanpa pengawal. Tanpa suara lain selain dengungan mesin dan napas yang sesekali tertahan. Aneh… heningnya tidak terasa kosong. Justru hangat. "Teo…" suara Mira akhirnya memecah kesunyian

