*** Di ruang tamu utama, suasana telah tersusun rapi terlalu rapi untuk sekadar perpisahan singkat. Lampu gantung kristal memantulkan cahaya hangat ke setiap sudut, menciptakan kilau tenang yang justru terasa menekan. Semua telah bersiap, seolah setiap detik telah dijadwalkan sejak awal. "Hanya tiga hari," ujar Sofia dengan nada ringan yang nyaris terdengar seperti pengingat, bukan penjelasan. "Setelah itu… semuanya akan kembali seperti semula." Mira mengangguk perlahan. Senyumnya tipis, tertahan namun tetap tulus, seperti seseorang yang menerima tanpa perlu mempertanyakan. "Tentu, Ma." Langkah Xander terdengar mantap saat ia mendekat. Kehadirannya membawa wibawa yang tak perlu ditegaskan. "Semua akan baik-baik saja, Nak," ucapnya tenang, suaranya berat namun menenangkan. "Tolong

