42. KERETAKAN DUA PEWARIS

1579 Kata

"Mira." Suara itu jatuh pelan rendah, dalam, seolah telah lama tertahan di ujung kesabaran. Bagi Matteo, hanya dengan melihatnya berdiri di sana, diam dan nyata di hadapannya… sudah cukup untuk meredakan sesuatu yang tak pernah ia izinkan orang lain lihat. Namun Mira justru menegang. Hampir tak terlihat tapi cukup bagi seseorang seperti Matteo untuk menyadarinya. Tatapannya terangkat perlahan. Tenang. Terlalu tenang. Padahal jantungnya berdegup lebih cepat dari yang seharusnya. Ia membenci satu hal itu betapa mudahnya pria ini mengguncang pertahanannya. Senyum tipis terukir di bibirnya. Sempurna. Terlatih. Topeng yang ia kenakan tanpa cela. Matteo tidak bergerak. Ia hanya berdiri di ambang pintu, menatapnya dalam diam tatapan yang terlalu dalam untuk dibaca, terlalu tajam untuk d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN