43. A MAN

2011 Kata

Langkah Mira terdengar tergesa saat ia menaiki tangga, lebih cepat dari biasanya. Jemarinya sedikit mengangkat gaunnya agar tidak menghambat langkah. Napasnya memburu, beradu dengan suara sepatu yang bergesek di lantai marmer, menciptakan gema yang menambah ketegangan. Dan begitu ia mencapai lantai dua ia terhenti. Tubuhnya membeku. Di hadapannya, Valez terdorong mundur. Garis tipis dar4h menghiasi sudut bibirnya, kemejanya kusut, napasnya kasar. Sementara beberapa langkah darinya, Matteo berdiri tegap, rahangnya mengeras, tangan masih terkepal kuat. "Teo… cukup!" suara Mira pecah, lebih panik dari yang ia inginkan. Matteo tidak langsung menoleh. Namun saat akhirnya ia melakukannya, sorot matanya berubah. Bukan lagi sekadar amarah melainkan sesuatu yang lebih gelap. Lebih berbahay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN