*** Ruang rapat keluarga berada di sayap timur mansion. Pintu kayu ek tua itu tertutup rapat ketika seluruh anggota keluarga akhirnya duduk mengelilingi meja panjang berlapis marmer hitam. Lampu gantung kristal memantulkan cahaya redup, menciptakan bayangan tajam di wajah setiap orang yang hadir. Thomas duduk di ujung meja. Matteo di sisi kanannya. dan Valez di seberang. Tak ada yang berbicara selama beberapa detik. Hanya detak jam dinding yang terdengar. Tok. Tok. Tok. Thomas akhirnya membuka suara. "Sekarang," ucapnya pelan, "jelaskan." Semua mata tertuju pada Matteo. Ia tidak tampak tertekan. Tidak pula terburu-buru. "Ada pergerakan dari D' Amico," ucapnya datar. Nama itu membuat udara berubah. Sofia menegang. Xander langsung menatap tajam. "Mereka kehilangan banyak jalur

