Jika penciptanya saja kecewa pada makhluknya lantas alasan apa yang harus membuat penciptanya memberikan kebahagiaan pada makhluknya? Aiza masi saja memikirkan ucapan Reina. Bukan, bukan tentang Reina yang menyuruh Aiza melepaskan Reyhan. Tapi tentang apa benar Reyhan tidak benar-benar mencintai nya? Lantas mengapa sikapnya begitu manis? Dan apa ucapan Cinta yang Reyhan ucapkan adalah kebohongan? Apa ia dengan reyhan harus berpisah? Ia tidak terlalu terusik sebenarnya dengan keinginan reina dan juga tentang status mereka. Namun, yang Aiza pikirkan apa harus ia bertahan dengan Reyhan sementara cinta lelaki itu pada Reina kini tidak haram di mata agama? Sebab bukankah itu yang membuatnya menikahi Aiza? Apa harus ia mementingkan kembali kebahagiaan orang lain? Sementara ia kembali terluk

