Sekarang hanya tersisa abu dari mayat yang di bakar tadi, maksudnya kue ulah tahun. Jían memang menyiksa mereka dengan kejam, tapi Jían ingin jiwa mereka pergi dengan bebas dan tenang. Jadi ia mengumpulkan abu yang berserakan di tanah dengan sihirnya, kemudian memasukkannya ke guci. Selir Fên langsung merebut guci tersebut dari tangan Jían. "Aku tidak akan memaafkan mu, walaupun kau mengumpulkan abu teman temanku. Aku tidak Akan pernah memaafkan mu." "Terserah." Selir Fên kembali ke kediaman dan mengurung dirinya di kamar sepanjang hari, Jían memberikan dia kesempatan untuk bersedih atas kematian kekasihnya. Tidak lama Jían masuk ke kamar Selir Fên, ia sedikit terkejut dengan apa yang sedang dilakukan Selir Fên. Dia mengambil abu dari guci tersebut dan memakannya dengan lahap, mulutn

