bc

REBIRTH : Goddes of The Death

book_age12+
502
IKUTI
2.8K
BACA
reincarnation/transmigration
manipulative
inspirational
drama
sweet
bxg
female lead
another world
rebirth/reborn
spiritual
like
intro-logo
Uraian

Shian pengusaha 20 tahun sekaligus mafia terkenal dan terkejam di Asia. Shian menjadi mafia karena ingin melindungi adiknya. Namun naas ia terbunuh ketika sedang melindungi adik tersayangnya.Dan tidak sengaja bertransmigrasi ke tubuh putri jendral berumur 14 tahun dimasa lalu.

Putri ini dikenal bodoh dan penakut, membuat ia harus diasingkan oleh ayahnya ke pegunungan. Awalnya ia bertunangan dengan putra mahkota namun akhirnya dibatalkan dan putra mahkota memilih kakaknya.

"Ba.. ba... bagaimana bisa kau tidak terluka." Kata pembunuh bayaran tergagap-gagap. Ia tak sengaja melirik kearah pedang yang dipegang Jían dan segera saja matanya membulat.

Apakah dia benar benar seorang yang tidak berguna? Mereka menyesal telah memperlakukannya dengan kasar? Bertemu dengan teman baru dan menghadapi musuh di masa depan. Serta kebenaran yang mulai terungkap sedikit demi sedikit.

Cover by Beemedia

chap-preview
Pratinjau gratis
I
Shian wanita berumur 20 tahun pengusaha sekaligus mafia dan ketua BULLET KISS, geng mafia terkenal di Asia. Shian memiliki adik yaitu Shanon yang bekerja sebagai desaigner dan sekarang ia sudah memiliki butik. "Mei mei cepatlah katanya kau ada rapat dengan customer di butik!!" (Ps. Mei mei = adik perempuan) "Iya jie jie sabarlah aku sedang berkemas" "Nah ayo jie jie kita berangkat, hehe maafkan aku tadi malam aku begadang untuk merancang gaun" kata shanon. (Ps. Jie jie = kakak perempuan) "Hmm iya iya, adikku ini benar benar bekerja keras" Sesampainya di butik Kaka beradik yang sedang berjalan kedalam butik mencuri semua perhatian terutama para kaum adam,bagaimana bisa mereka tidak mencuri perhatian Shanon yang tersenyum riang dan mengenakan gaun biru muda bermotif bunga nampak imut dipakainya, serta Shuan yang dingin mengenakan jeans hitam yang dipadukan dengan atasan biru tua dan jaket kulit nya nampak tegas dan misterius. " jie jie tunggulah sebentar aku akan rapat" "Iya mei mei santai saja" ~ ~ Tulilit Tulilit Tulilit Tulilit ~ ~ Agen 1 "Halo tuan saya melihat ada pergerakan yang mencurigakan di dalam butik nona muda sepertinya itu dari anggota LADY BUGS yang ingin menculik nona muda tuan. Ada 3 orang penyusup tuan, orang yang sedang membaca majalah, yang sedang memilih gaun pengantin dan orang yang sedang mengepel lantai." "Cih, ada masalah apa mereka sampai ingin menculik adikku cari mati saja. Apakah kamu tahu one?" "Ya tuan, mereka menculik nona muda karena ketua mereka ingin menikah dengan nona muda" "Hah si tua bangka itu? Berani beraninya ingin menikahi adikku. Yasudah terimakasih one. Tapi tunggu aku mempunyai perasaan yang tidak enak, apakah aku akan mati? Hahaha" "......... tuan lelucon anda tidak lucu jangan membuat saya takut" "Yah bagaimanapun kalau terjadi sesuatu tolong jaga BULLET KISS dan adikku ya one? Aku percaya padamu" "Saya tidak pantas tuan saya tidak bisa menerimanya" "Tidak ada penolakan! itu harapan terakhirku. Kau dan sudah siap diposisi kan?" "Iya tuan saya sudah siap" "Oke aku percayakan padamu" ~ ~ tit tit tit tit ~ ~ 3 JAM BERLALU "Jie jie aku sudah selesai ayo kita makan siang aku sudah lapar" Tiba tiba orang yang dibelakang Shian langsung menodong pistol ke kepala Shanon. Shian yang santai langsung saja mengeluarkan pistol dari jaket kulitnya dan dua pisau yang segera ia lempar ke dua orang lainnya dan tepat mengenai jantung mereka. Jleb Jleb Ahkkk... Ahkkkkk... "Letakkan pistol mu atau kutembak adikkmu!!! " sambil meletakkan pistolnya ke kepala shinon. Shian melirik dan melihat one lalu menganggukan kepalanya. One segera menuju ke arah shinon pelan pelan. "Hah bukannya tujuanmu kesini untuk menculik adikku untuk dinikahkan dengan si tua bangka itu? Lalu kau akan membunuh adikku cih sungguh bodoh" "Kau!.... bagaimana kau bisa tahu?!!" jawabnya dengan gemetar. Dor! "Khhh.. siallann... " Tiba tiba orang yang dilempar pisau oleh Shian menembaknya. Dan sialnya tepat dihati Shian. Langsung saja Shian menembaknya. Lalu menembak orang yang berada di dekat adiknya. Dan one segera mengambil Shinon. Dor! "Khhh..." sebelum menghembuskan nafas terakhir ia menembak Shian tepat di jantungnya. Dor! "Ahhkkk..." Bruk! Shian terjatuh, lemas, tak berdaya hampir akan menutup matanya. "Hiks... hiks... hikss... jie jie jangan tinggalkan Shanon sendirin hiks.. hikksss.. Shanon tidak punya siapa siapa lagi" "Me-i me-i jang-an me-na-ngis, ji-e ji-e ak-an sed-ih ka-lau me-i me-i me-na-ngis. Jad-ilah per-em-puan ya-ang ku-at ya... one ak-an men-ja-ga-mu." Shinon tersenyum lemah darah terus keluar dari tubuh nya dan perlahan lahan ia menutup matanya sambil tersenyum. "Hiks.. hiks.. mei mei berjanji tidak akan menangis lagi." Kata Shinon sambil mengusap air matanya lalu memeluk Shian. "Saya pasti akan menjaga nona muda dan BULLET KISS tuan. Saya pasti akan menjaganya."   Shian merasa kepalanya sangat pusing dan rasa pegal menyelimuti tubuhnya. Perlahan lahan ia membuka matanya. Ia terbangun di sebuah kamar yang kecil dan kotor penuh debu serta perabotan yang rusak. "Ahh.. kenapa ini perih sekali? Eh loh bukannya aku sudah mati ya?aku dimana mengapa kamar ini kuno sekali? Hahh... " Kata Shian sambil melihat ke sekelilingnya. "Tuan putri! /Putri Jían!" Teriak mereka berdua. Shian menengok. "Kalian siapa? Aku dimana?" "Hah Tuan putri anda lupa ingatan?!" "Apakah anda lupa kami putri" Shian yang bingung hanya menganggukan kepalanya. "Ya.. sepertinya aku sedikit lupa.. ehehe." Kedua pelayan tersebut terkejut. Lalu salah satu dari mereka menjawab. "Tuan putri kami berdua adalah pembantu tuan putri yang sudah sedari kecil menemani anda. Saya bernama Lan dan yang disamping saya bernama Lea." Jelas Lan. "Tuan putri tadi terjatuh dari pohon ketika sedang memetik beberapa buah apel." "Ahhh... pantas badanku pegal semua" "Apakah putri ingat tentang masa lalu dan sejarah putri?" Tanya Lea. "Ahaha.. putri ini sedikit lupa. Jadi bisakah kamu menceritakannya? Hehehe.." "Siap putri, hamba ini akan menjelaskannya. Jadi anda adalah putri termuda dari kediaman jendral Chen. Anda bernama Jían Féng. Anda mempunyai kakak kandung bernama Jun serta kakak perempuan kembar anda bernama Mao Niu dan Min Niu. Anda dan pangeran Jun dilahirkan dari permaisuri Dào Ming sementara Jie jie anda dari selir Fen.Anda sering disiksa oleh kedua saudara perempuan anda, tetapi pangeran Jun selalu menyelamatkan anda. Anda sekarang sedang diasingkan oleh jendral Chen karena putra mahkota memutuskan pertunangan dengan anda. Adapun alasan mengapa pangeran mahkota membatalkan pertunangannya karena wajah tuan putri memiliki luka." Lan menyela "Di benua ini terdapat 5 Kerajaan yaitu kerajaan Zhou sebelah timur, kerajaan Xia utara, kerajaan Shang barat, kerajaan Qin sebelah selatan, dan kerajaan Han di tengah. Kelima kerajaan ini hidup damai dan saling bantu membantu, kerajaan yang terkuat adalah kerajaan Han.Tuan putri tinggal di kerajaan Zhou. Di benua ini kultivasi sangat penting, kultivasi sendiri dibagi menjadi 10 tingkat, tingkat 10 adalah tingkat tertinggi. Dan disetiap kerajaan memiliki s*****a roh yang berbeda. s*****a roh adalah s*****a yang mengandung kekuatan roh, kekuatan roh tergantung dengan pemiliknya. Semakin tinggi tingkat kultivasi nya semakin kuat juga kekuatan rohnya. Kerajaan kita menggunakan pedang, kerajaan Xia menggunakan panah, kerajaan shang menggunakan trisula, kerajaan Kerajaan Qin menggunakan tongkat sihir, dan kerajaan Han menggunakan tongkat kapak. Setiap orang hanya memiliki 1 keterampilan saja. Tetapi 100 tahun yang lalu ada seseorang yang bisa menggunakan semua jenis senjata." "Wahh... apakah aku dibenci ayah gara gara aku tak bisa menggunakan pedang?" Tanya Jían. "Emmm... iya tuan. Tapi saya percaya tuan putri pasti bisa, semangat tuan putri" kata Lan. "Ahahaha iya iya terimakasih atas penjelasannya kalian istirahatlah. Dan jangan memanggilku putri jika kita sedang bertiga panggil aku Jían. Kalian sudah kuanggap sebagai sahabat." "Tapi tuan putri saya dan Lea tidak berani" "Tidak ada penolakan!. Jika kalian tidak mau aku akan marah pada kalian huh" kata Jían sambil memanyunkan bibirnya. "Eeehh jangan marah put... ups Jían ehehe. Kita akan beristirahat jadi Jían juga harus istirahat" Lea. "Iya okee..." Sambil tersenyum. "Haahh... mengapa bisa begini ya. Tetapi aku harus bersyukur karena tuhan memberiku kehidupan yang kedua. Dan aku harus berjuang untuk membalas dendam pemilik tubuh ini." Kata Jían dengan semangat menggebu gebu. "Tapi sekarang aku harus tidur dulu hoammm...." Ketika Jían akan memejamkan matanya ia mendengar sebuah suara. "Gosoklah Liontin yang ada dilehermu, aku sudah menunggu sedari tadi." Jían yang penasaran langsung melihat lehernya dan ia melihat ada liontin yang indah melingkar dilehernya. "Loh ini kan liontin nenek mengapa ada disini?" Tanpa pikir panjang Jían langsung menggosoknya dan... wusshhh kegelapan tiba tiba menyelimutinya. Seketika Jían merasa pusing. Ketika ia membuka matanya Jían sudah berada di hutan yang dipenuhi dengan bunga red spiyer lily. Yep itu bunga kesukaan Jían. "Mengapa kau lama sekali, aku sudah menunggumu berjam jam." "Ayam kodok meong! Kau siapa? Bikin kaget saja" kata jían sambil mengelus d**a. Didepannya berdiri seorang wanita cantik yang menggunakan hanfu putih bersih bermotif bunga lily yang melambangkan keagungan dan kesucian. "Aku dewi yang sebelumnya menempati tubuhmu. Sebenarnya aku hanya singgah ditubuhmu untuk menjaganya." "Jadi aku sebenarnya adalah putri Jían bukan Shian? Mengapa bisa begitu?" "Yep tebakanmu benar, karena jiwamu terlempar pada saat dewa akan menempatkan di tubuh Putri Jían" "Benar benar aneh..... mau bagaimana lagi aki harus berjuang untuk meningkatkan kultivasi ku bisakah kamu membantuku? " "Iya aku bisa, kekuatanmu disegel jadi aku harus membukanya supaya kamu bisa berkultivasi. Kembalilah kesini besok kamu harus beristirahat" "Siapp... kalau begitu aku pulang dulu. Dadahh~~~" kata Jían sambil melambaikan tangannya. Setelah kembali ke kamar jían langsung menarik selimutnya dan tidur nyenyak.  Pagi telah tiba, sinar matahari mulai memasuki kamar Jían, burung burung bernyanyi dengan riang.  "Jían bangun ini sudah pagi, kau harus segera mandi dan sarapan." Lan "Hoammm... ah selamat pagi Lan. Iya iya aku bangun."  "Pagi juga Jían, aku sudah menyiapkan air panas jadi segeralah mandi dan sarapan"  "Iya iya bawel..."  Jían segera menuju ke pemandian. Dan berendam menikmati air panas bertaburkan kelopak bunga mawar.  "Ahhh... segar nya. Pegal di tubuhku rasanya hilang semua"  Setelah mandi Jían segera berpakaian. Jían hanya menggunakan hanfu berwarna putih sederhana. Dan segera menuju ruang makan.  " Lan, Lea kalian dimana. Ayo kita sarapan bersama"  "Eh jian kami berdua akan sarapan di dapur" balas Lea.  "Tidak, kalian sarapan disini bersamaku. Lagi pula kalian sahabatku."  "Tapi...."  "Tidak ada penolakan."  "Hahh... baiklah." Kata Lan.  Tetapi dalam hati Lan dan Lea senang akan perubahan Jían, karena ia yang biasanya tidak mau berbicara dengan mereka berdua dan selalu murung menjadi ceria serta akrab kepada mereka berdua.  SETELAH SARAPAN ~ "Jían kami berdua akan pergi ke hutan selama beberapa hari untuk mengumpulkan bahan makanan. Apakah kamu baik baik saja kalau kami pergi?" "Iya aku baik baik saja jadi kalian pergilah dan bawa banyak daging dan buah yakk~ ~" ucap Jían. Dalam hati Jían. 'Asik aku bisa berkultivasi dengan tenang. Dan ketika mereka pulang aku akan memberi kejutan ahahaha.'  "Iya siap Jíannnnn"  "Kalau begitu saya dan Lan akan pergi sekarang. Kamu hati hati di rumah ya Jían. Jangan keluar rumah dahulu. Dan tunggu kami"  "Pfftt... bukannya aku yang harusnya berkata seperti itu. Kalian juga harus berhati hati"  "Iya Jían sampai jumpa" Lan.  Setelah Lan dan Lea pergi Jían segera pergi ke kamar lalu duduk bersila di tempat tidur dan mulai menggosok liontinnya itu.  "Saatnya berjuang, aku tidak boleh menyia nyiakan kesempatan ini untuk membalas dendam dan melindungi orang yang aku sayangi."  Wushh. Perlahan kegelapan mulai menyelimuti Jían.  "Akhirnya kamu datang juga. Lagi lagi kamu membuatku menunggu. Huh" kata dewi.  "Maafkan aku. Jangan marah la..."  "Yasudah sekarang kau ikuti aku. Kita akan ke tempat ritual."  Saat sudah sampai ke tempat ritual Jían membelalakan matanya. Tempat itu sangat indah. Ditengah tengah ada sebuah batu berwarna putih bersih yang dikelilingi dengan 5 batu besar yang menjulang tinggi terukir gambar 5 hewan kuno dan tulisan tulisan yang rumit. Dan disekitarnya ada banyak pohon sakura.  "Apa maksud dari gambar gambar tersebut?" Tanya Jían.  "5 hewan kuno tersebut melambangkan s*****a yang ada di setiap kerajaan ini. Dan kau akan membuat kontrak dengan kelima hewan tersebut. Itu adalah hadiah dari dewa untukmu dan supaya kau bisa menguasai kelima s*****a tersebut."  "Apakah akan sulit? Dan sakit"  "Ya bisa sulit bisa mudah itu tergantung denganmu. Dan yaa... akan sedikit sakit tapi kau harus bisa menahannya."  "Aaahh... begitu rupanya. Aku akan berusaha sekuat tenaga!!!" Kata Jían dengan semangat yang menggebu gebu.  "Ya ya ya. Sekarang duduk diatas batu itu dan pejamkan matamu. Aku akan mengalirkan energimu. Kau tidak boleh menolaknya dan biarkan itu mengalir di dalam tubuhmu, setelah kamu membuka mata kamu harus mulai mencari kelima hewan tersebut dan ketika kau sudah bisa membawa telurnya"  "Bagaimana caranya?"  "Cukup teteskan darahmu ke batu dan cabut setiap s*****a. Ketika batu itu berubah menjadi telur maka segera ambil kelimanya dan alirkan kekuatan roh milikmu, maka kau akan segera kembali."  Setelah Jían duduk diatas batu tersebut ia mulai memejamkan matanya. Udara dan suasana di tempat itu membuat tubuh Jían rileks serta tenang.  Dewi itu mulai membacakan mantranya dan mengilkan energinya ke tubuh Jían. Seketika tubuh Jían diselimuti banyak cahaya yang berwarna warni. Jían sendiri tidak sadar akan hal tersebut karena sedang memfokuskan dirinya.  Awalnya Jían tidak merasakan sakit namun lama kelamaan ia merasakan sakit. Pertama hanya sekedar dicubit, namun setelah beberapa jam ia merasakan bahwa tubuhnya berkali kali ditusuk dengan pedang. Sangat sakit hingga keringat dingin bercucuran di sekujur tubuhnya. Pada saat bersamaan luka yang ada di wajahnya menghilang.  Lama kelamaan rasa sakitpun kian menghilang dan Jían mulai membuka matanya. Ia menyadari bahwa Jían tidak berada di tempat semua. Sepanjang mata memandang tempat itu hanya berwarna putih seakan tak berujung.  "Apakah sekarang aku harus mencari kelima hewan tersebut? Hahh.." kata Jían sambil menghela nafas dan mulai berjalan. Setelah lama berjalan akhirnya ia melihat ada 5 batu yang besar dan diatasnya tertancap sebuah s*****a. Ada pedang, trisula, tongkat sihir, panah dan tongkat kapak.  "Akhirnya ketemu juga. Berarti sekarang aku harus mengambil semua s*****a yang tertancap di atas batu. Kelihatannya itu sangat susah untuk dicabut. Tapi aku harus berusaha sekuat tenaga. AYO SEMANGAT JIANN."  Pertama Jían menuju batu yang diatasnya tertancap sebuah pedang. Lalu ia menggigit jarinya dan meneteskan darahnya ke pedang tersebut. Jían mulai mencabut pedangnya dan sreettt ~ pedang itu langsung tercabut.  "Hah loh kok bisa begini. Ternyata sangat mudah untuk mencabutnya. Ahahaha... kalau begini jadinya aku bisa langsung mencabut 4 sekaligus."  Setelah Jían mencabut pedangnya. Ia langsung melemarnya ke sembarang arah dan mulai menteskan darahnya ke-keempat batu tersebut.  Sreett~Sreett~Sreett~Srett~ Tiba tiba kelima batu tersebut mengeluarkan cahaya yang berbeda beda. Dan langsung berubah menjadi telur. Lamgsung saja Jían mengambil kelima telur tersebut dan memejamkan matanya serta mulai mengalirkan kekuatan rohnya.  Tanpa Jían sadar, kekuatan roh yang ia keluarkan juga diserap oleh kelima telur tersebut dan kelima s*****a yang ia cabut tadi menuju ke arah Jían.  Jían membuka matanya dan ia sudah kembali ke tempat semula dengan kelima telur serta senjatanya.  "Selamat datang kembali. Bagaimana keadaanmu?"  "Aku baik baik saja bahkan sekarang tubuhku terasa lebih segar."  "Sekarang kultivasimu sudah berada di tingat ketiga. Dan ini aku berikan hadiah. Selamat yaa." Kata Dewi tersebut sambil memasangkan gelang ke pergelangan tangan Jían.  "Waahh terima kasih ini sangat cantik. Apakah ada kegunaannya?"  "Ya jika kau menggosok gelang tersebut kau akan berada di ruang angkasamu."  "Ruang angkasa? Apa itu ruang angkasa"  "Ckckck, kau akan segera tahu. Dan sekarang segeralah kembali dan taruh telur beserta senjatanya ke ruang angkasa"  "Hah senjata.." Jían langsung melihat ka arahnya dan ia terkejut. Bagaimana bisa semua s*****a tersebut ada di belakang Jían.  "Kagetnya jangan sekarang. Segeralah istirahat karena besok kau akan kembi kesini. Jangan sampai telat lagi!!!"  "Tapi mengapa...."  Wusshh ~ ~ Tiba tiba Jían sudah berada dikamarnya.  "Ck dewi macam apa dia tidak sopan sekali huh"  Lalu Jían tersedar bahwa ia masih memeluk kelima telur tersebut.  "Ah aku harus cepat cepat ke ruang angkasa dan beristitahat badanku sakit semua rasanya huuu..."  Jían mulai menggosok gelangnya dan ia sudah berada di sebuah ruangan yang megah dengan hiasan emas dimana mana. Dan ada 10 pintu berjejer jejer. Tiba tiba ada suara imut datang kebadanya dan langsung memeluknya.  "Huaaa tuan kau lama sekali aku sudah menunggumu bertahun tahun. Akhirnya sekarang kau datang juga tuan"  "Kau siapa?"  "Aku penjaga ruang angkasa tuan."  "Ooh... kalau begitu jelaskan tentang ruang angkasa ini. Tapi sebelum itu biarkan aku memelukmu!! Kau sangat gembil kyaaaa!!!" Kata Jían sambil memeluknya dan mencubit pipinya.  "Hyaaa tolong hentikan tuan pipiku sakit huaa.."  "Etetetet jangan menangis. Jadi namamu siapa. Dan cepat jelaskan tentang ruangan ini"  "Nama saya gubo tuan. Jadi di ruang angkasa ini ada 10 ruangan dimana ruangan itu adalah perpustakaan, ruang obat, kebun tanaman obat, ruang pakaian, ruang barang lama tuan, dan 5 ruang lainnya adalah ruang senjata."  "Ruang barang lama?! Apakah barang barangku ada disana?"  "Iya tuan benar."  "Wuahh. Ini letakkan telur di tempat yang hangat dan simpan senjatanya. Aku akan ke ruang barang lama ku" kata Jían sambil menaruh telur ke gubo beserta senjatanya, dan langsung berlari menuju pintu yang bertuliskan 'kamar barang lama' BRAK!  Tanpa aba aba Jían langsung membuka pintu. Jían terkejut tak bisa percaya. Bagaimana bisa semua barangnya ada disini dan ia langsung mencari fotonya yang bersama Shanon.  "Shanon... hiks maafkan jie jie tidak bisa menjagamu dengan benar. Maafkan jie jie"  Tak sengaja Jían melihat buku diary nya. Jían langsung membuka dan membaca buku itu.  9 Juli, 2007 Akhirnya aku punya adik. Kamu tahu mamah memberiku adik perempuan dan itu sangat imut. Ooh aku tidak bisa berhenti memandangnya.  20 Maret, 2018 Ayah dan ibu dibunuh oleh orang yng tidak dikenal. Aku dan Shanon berhasil melarikan diri ke panti asuhan. Hanya buku ini yang bisa aku bawa.  27 September, 2025 Hari ini adalah hari berdirinya BULLET KISS. Aki sangat senang karena bisa melindungi adikku.  ....  Tanpa sadar Jían terlalu asik membaca dan ia mulai mengantuk. Ia segera pergi mencari Gubo dan tidak lupa membawa buki diary nya.  "Gubo aku akan pergi, besok aku akan mengunjungimu lagi."  "Iya tuan beristirahatlah. SEMANGAT TUANN "  "Kyaaaaa kau imut sekali haa.. Ya sampai jumpa lagi Gubo. Kau jangan rindu padaku." Kata Jían sambil mencubit pipi Gubo.  Wushhh ~ Sampai dikamar Jían langsung merebahkan dirinya di kasur. Saking lelahnya ia tidak mandi dan makan. Setelah menyadari apa yang sudah terjadi ia beeguman 'Haah... aku bersyukur masih diberi hidup lagi. Aku pasti akan melindungi keluargaku. Dan mendirikan kembali BULLET KISS. Semoga Shanon baik baik saja bersama one dan ia bahagia.'  Jían mulai menutup matanya dan tidur nyenyak supaya besok ia tidak terlambat untuk bertemu si Dewi tidak sopan itu.  Jían terbangun dari tidurnya, karena cahaya matahari mulai membelai wajahnya.  "Hoamm... saatnya mandi. Ughh badanku mengapa bisa bau begini."  Jían melangkah ke kolam air panas. Tangan kanannya mengarah ke kolam air panas yang kosong, Jían mulai mengucapkan beberapa kata dan dalam beberapa detik kolam itu penuh dengan air panas bertaburkan kelopak bunga mawar. Ia mulai melapas pakaiannya dan mulai berendam.  "Nyaman sekali berada disini. Aku tidak menyangka bahwa aku bisa melakukan hal seperti ini. Eh apakah aku juga bisa mengubah tampilan gubuk ini. Wahh setelah mandi aku akan sarapan dan mencoba mengubah tampilan gubuk ini."  Setelah selesai mandi Jían segera menggunakan hanfu putih sederhana seperti kemarin. Awalnya ia berencana akan memakai hanfu yang ada di ruang angkasa, tapi Jían berfikir bahwa pakaian itu hanya akan dipakai ketika ia telah berada di ibukota san ketika ia menghadiri acara.  SETELAH SARAPAN ~ ~ ~ "Ayo saatnya kita mencoba!!" kata Jían dengan nada semangat. Ketika ia berdiri di depan gubuk tersebut. Jían mulai memejamkan matanya dan fokus dalam fikirannya untuk mengubah tampilan dalam gubuk tersebut.  SELANG BEBERAPA MENIT ~ ~ ~ Jian membuka matanya dan langsung berlari ke dalam gubuk tersebut. Saat sampai di dalam ia kecewa. Karena tidak ada yang berubah.  "Uuhh.. kenapa tidak bisa apakah kekuatan roh ku masih belum kuat. Yasudahlah akan aku tanyakan hal ini kepada si dewi"  Jían memasuki kamarnya dan duduk bersila di kasur sambil menggosok kalung liontinnya.  Wuusshh ~ ~ ~ "Dewi kau dimana? Ada yang ingin aku tanyakan padamu."  Tiba tiba sebuah bayangan manusia muncul di depan Jían.  "Kodok meongnya jatuh! Kauu..."  "Huahahaha latahmu lucu sekali putri bwahahaha" kata si dewi sambil memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa terlalu lama.  "Uhh.. jangan bercanda. Apa yang akan kau lakukan. Katanya aku harus datang kemari? Ada hal yang akan aku tanyakan padamu juga."  "Ah iya hampir lupa, aku akan memberi semua pengetahuanku kepadamu. Jika ada yang ingin kau tanyakan, tanyakn saja pada Gubo. Sekarang genggam tanganku dan kosongkan fikiranmu. Biarkan semua mengalir di dalam hatimu"  Jían menuruti perintahnya dan mulai menggenggam kedua tangannya dengan tangan si dewi. Dewi itu mulai mengalirkan energinya yang berisi pengetahuan ke tubuh Jían. Tanpa sadar Jían merasakan bahwa ia menerima banyak kata kata yang masuk ke dalam otaknya. Itu sangat cepat sampai ia merasa pusing karena saking banyaknya pengetahuan yqng diterimanya.  1 JAM BERLALU ~ ~ ~ "Hah..hah..hah.. ini benar benar melelahkan. Otakku hampir meledak karena mendapat banyak informasi."  "Jangan mengeluh. Kamu sudah melakukan yang terbaik, ini juga demi masa depanmu."  "Hah.... kamu benar juga" Kata Jían sambil menghela nafas.  "Ya... sekarang tugasku sudah selesai. Manfaatkan dengan baik apa yang sudah kamu peroleh dan jangan sampai terjerumus ke dalam kegelapan"  Tiba tiba tubuh sang dewi memudar - segera menghilang dari pandangan Jían. Mata Jían hampir keluar saking kagetnya. Ia segera menghampiri tubuhnya dan memeluknya.  Bruk ~  "Terimakasih, terimakasih. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu. Maafkan aku jika selama 3 hari ini tak sopan padamu."  "Ahahaha iya iya kau ku maafkan. Sekarang hiduplah menjadi seorang Jían yang kuat. Sampai jumpa lagi." Kata si dewi sambil tersenyum hangat. Lama kelamaan tubuhnya menghilang menjadi ribuan cahaya.  Dengan hilangnya tibuh sang dewi, Jían juga ikut menghilang dan kembali ke kamar. Kalung liontin pun ikut menghilang, tidak lagi melingkar di leher sang putri.  "Ah... kalungnya hilang. Apakah aku tidak bisa melihatnya lagi." Sedih Jían Plak ~ Jían memukul pipinya, alih alih menyadarkan dirinya dari kesedihan ini.  "Sadarlah Jían kau tidak boleh menyerah, kau harus melindungi semuanya. Tidak boleh ada yang pergi lagi. Ya sekarang aku harus ke ruang angkasa siapa tahu telurnya sudah menetas."  Ia segera menggosok gelangnya. Wusshh ~ "Gubo aku datang ~ ~ ~ kamu dimana. Apakah kau tidak merindukanku?"  Ketika Jían melihat sekeliling, ia tak sengaja melihat benda bulat sedang berjongkok didepan barang (seperti inkubator) yang didalamnya terdapat 5 telur.  'Ah itu pasti Gubo. Mengapa ia disitu, sudah seperti semangka saja uhhh' Bwaaa!!  "Waaaa! Aisss tuan jangan membuatku kaget aku sedang berkonsentrasi. Telur itu akan menetas sebentar lagi." Kata Gubo dan langsung melihat kearah telur tersebut.  Jían yang diacuhkan oleh Gubo pun hanya mengerucutkan bibirnya. Dan ikut memperhatikan kelima telur tersebut.  Krakk ~ Krakk ~ Krakk ~ Krakk ~Krakk Tiba-tiba kelima telur tersebut pecah dan muncul berbagai jenis hewan. Harimau putih seputih salju, Rubah api sepanas api, Burung phoenix secerah matahari, ular cincin giok sehalus batu giok, dan kura-kura emas sekuat baja.  "Kyaaa lihatlah mereka berlima imut sekali" kata Jían segera memeluk mereka semua.  "Tuan jangan berteriak, telingaku sakit"  "Berisik kamu. Apa kami cemburu karena aku memeluk mereka? Apa kau ingin dipeluk juga?"  "Ha ap.. ap.. apa yang kau maksud tuan aku tidak cem__"  Bruk!  Tanpa aba aba Jían langsung memeluk Gubo.  "Ahaha lihatlah mukamu memerah ahaha"  "Jangan goda aku tuan." Kata Gubo sambil menutupi mukanya yang merah.  Ketika mereka sedang bercanda, 5 hewan tersebut bercahaya kemudian berubah menjadi 5 laki laki yang tampan.  Jían yang kaget hanya bisa membuka mulutnya lebar lebar dan memelototkan matanya.  "Jangan asal memelukku bodoh." Kata si Harimau "Pelukanmu hangat aku suka." Kata si kura kura emas.  "Apakah kau tuan kami?." Kata si ular  "Bagaiman kau bisa membebaskan kami?" Kata si Phoenix "Aku tak percaya kau tuanku. Kau terlalu muda bayi!" Kata si Rubah Api "Siap yang kau panggil bodoh dan bayi. Iya aku tuanmu, jangan meremehkanku karena aku masih muda" kata Jían.  "Kalau begitu tunjukan kelima s*****a kami. Baru kita bisa percaya" kata Phoenix menggunakan nada mengejek.  Jían yang mendengar itu langsung mengubah ekspresinya yang semula ceria menjadi dingin. Dan ia mengeluarkan aura mematikannya. Keenam orang tersebut seketika merinding dan merasa takut dengan Jían.  Dengan beberapa detik setelah Jían mengucapkan beberapa kata kelima s*****a tersebut sudah ada di depannya.  Kelima orang tersebut sekali lagi terkejut. Bagaimana bisa perempuan muda ini bisa mempunyai kelima senjatanya. Benar benar hebat.  "Ba..ba... bagaimana kau bisa mempunyai ini" kata phoenix terbata bata.  "Kau yang terbaik tuan! Akhirnya setelah sekian lama terkurung aku bisa melihat senjataku lagi." Kata kura-kura yang langsung memeluk kapaknya.  "Apakah kalian sekarang percaya kalau aku tuanmu?" Masih dengan nada dingin.  "Ya tuan kami percaya!" Kata mereka bebarengan.  "Sekarang kemarikan tangan kalian, aku akan memberikan tanda bahwa kalian milikku. Jika ada yang mengkhianatiku maka kematian akan menghampirimu." Kata Jían sambil mengancam.  Setelah mereka berlima berkumpul. Jían mulai membacakan beberapa mantra yang sudah ia ketahui dari pengetahuan sang dewi. Tiba rasa sakit menyerang mereka dan lama kelamaan memudar. Pergelangan tangan kanan mereka tergambar sebuah bunga red spiyer lily tapi jika dilihat dari dekat itu adalah sebuah tulisan yang membentuk gambar bunga. Indah tapi mematikan.  "Jika kalian mengkhianatiku maka kepala kalian akan langsung terpisah dari tubuh!"  "Siap tuan kami berlima berjanji tidak akan mengkhinati tuan dan akan melindungi tuan sampai akhir hayat!!!" Teriak mereka berlima bersamaan.  "Ya bagus. Aku juga akan melindungi kalian berlima. Sekarang kalian beristirahatlah dahulu aku tahu kekuatan roh kalian belum pulih. Setelah cukup istirahat aku akan panggil kalian untuk makan bersama" kata Jían dengan penuh perhatian dan nada ceria.  'Apa yang terjadi dengannya! Tadi ia sangat mengerikan dan sekarang menjadi imut?! Oh astaga' kata mereka berlima dalam hati.  "Oh iya aku hampir lupa nama kalian siapa?"  "Saya Huang Cheng. Nama panggilan saya adalah Cheng." Kata Phoenix "Saya Zhiming Huo. Saya biasa dipanggil mingming." Kata rubah api dengan nada cerianya.  "Saya Daxue." Kata Harimau Pitih dingin "Saya Han Qingyu. Tuan bisa memanggilku Qingyu." Kata ular cincin Giok "Saya Re Jin. Saya biasa dipanggil Jinjin." Kata kura-kura dengan nasa yang imut.  "Senang berkenalan dengan kalian, namaku Jían Féng kalian boleh memanggilku Jían.Gubo antarkan aku ke ruang obat, aku ingin mencoba membuat sesuatu"  "Ayo tuan"  Sesampainya di ruang obat Saat masuk keruang obat, bau berbagai jenis herbal dan pil menyeruak ke dalam indra penciuman Jían. Dan di pojok ruangan ada sebuah kuali dan kolam air yang terukir dengan pola naga.  "Jelaskan apa saja yang ada di dalam ruangan ini"  "Ya tuan. Ini adalah ruangan dimana tuan bisa membuat berbagai macam pil dan racun. Di rak ke-1 berisi pil kultivasi, rak ke-2 berisi pil untuk berbagai macam penyakit, rak ke-3 berisi macam macam racun baik cair maupun bubuk. Dipojok kanan tuan bisa membuat pil,dan racun dengan menggunakan kuali naga. Dan dipojok kiri ada kolam yang berisi 'air roh surgawi' . Apa ada yang belum tuan pahami?"  "Darimana semua benda ini berasal?"  "Itu dari ayah dan ibu tuan. Ayah dan ibu tuan merupakan pemilik tempat ini dan mereka berdua mengumpulkan semua yang ada diruangan ini, baik s*****a, buku, maupun tanaman. Dan ruangan ini diwariskan untuk tuan."  "Huh... benar benar tidak terduga. Yasudah sekarang kau keluar, aku ingin membuat beberapa pil. Terimakasih atas penjelasannya."  "Baik tuan."  Jían berencana membuat pil anti ngantuk dan lelah supaya ia bisa berada di ruang angkasa dengan lama untuk mencoba banyak hal.  Ia mengambil beberapa tanaman herbal dan menghaluskannya sesuai dengan cara yang ia ketahui dari pengetahuan sang dewi. Setelah halus ia mulai memasukannya ke dalam kuali dan menambahkan beberapa tetes air surgawi. Setah itu kulainya ditutup. Jían mulai mengalirkan kekuatan rohnya. Setelah 30 menit ia merasa pilnya akan segera jadi dan mulai menambahkan kekuatan rohnya.  Duar!  Ketika tutup kuali iti dibuka keluar aroma yang manis. Dan didalamnya terdapat 3 buah pil. Mata Jían langsung berbinar melihatnya.  "Tak kusangka percobaan peetamaku akan berhasil"  Jían mengambil beberapa pil dan memasukannya kedalam botol yang ditutup dengan gabus supaya aroma manisnya tidak keluar. Ia mengambil 1 buah pil dan meminumnya. Seketika tubuhnya merasa segar kembali.  "Ahhhh... sekarang waktunya makan." 

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Pengantin Pengganti

read
85.9K
bc

Super Psycho Love (Bahasa Indonesia)

read
88.6K
bc

CRAZY OF YOU UNCLE [INDONESIA][COMPLETE]

read
3.2M
bc

I Love You Dad

read
293.5K
bc

Everything

read
283.6K
bc

Oh, My Boss

read
387.0K
bc

Perfect Honeymoon (Indonesia)

read
29.6M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook