Malam itu Vano bergegas untuk pulang ke apartemennya. Dan kali ini ternyata adiknya Zio ada di rumah sedang tidur. Sepertinya Zio sudah tidak mau mendengar lagi kakaknya mengomel karena itu Zio tidak membawa perempuan ke apartemen lagi. “Tumben dia manis?” Vano menatap sang adik yang sedang tertidur lelap. Lalu dia pun membersihkan diri dan tertidur di kamar sebelah. Pagi pun tiba. Seperti biasa Vano menyiapkan sarapan untuk adik kecilnya. Tetapi tiba-tiba saja dering ponselnya membuat pria itu menghrntikan aktivitasnya. Vano melihat ponselnya ternyata Daddy Jino yang menelepon.”Hah, ada apa Daddy menelepon sepagi ini?” tanya pria itu dengn kening yang mengerut. Dengam segera Vano menerima panggilan telepon tersebut. Di dalam sebuah panggilan telepon. “Halo ada, dad?” ucap Vano kepa

