78. Tentang Maaf dan Memaafkan

1321 Kata

Candralekha Aku tidak tahu sudah berapa lama waktu yang aku habiskan diam di tempat ketika melihat sosok yang mengganggu pikiranku selama empat bulan ini tiba-tiba muncul di hadapanku. Aku berharap nggak sedang bermimpi kali ini, seperti yang pernah terjadi selama beberapa bulan terakhir. Aku menggigit daging dalam pipiku. Terasa sakit. Yang membuktikan bahwa aku tidak sedang berhalusinasi apalagi bermimpi. Bersamaan juga dengan suaranya yang menyapa, "Hai,” Barulah aku benar-benar percaya bahwa aku menghadapi kenyataan. Suaranya tetap tidak menjadi asing di telingaku meski sudah lama tak mendengarnya. Aku hilang akal saat ini. Rasanya ingin meluapkan semua emosi yang kupendam selama ini sekarang juga di depan wajahnya. Namun aku berusaha menahan diri yang membuat dadaku mulai terasa p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN