Bayu Aksara Aku masih terdiam mencerna semua kalimat yang diucapkan oleh Lekha. Dia sama sekali tidak memberi jeda padaku untuk merespons setiap ucapannya. Sampai akhirnya aku punya kesempatan untuk menyela ucapannya ketika Lekha memperbaiki posisi duduknya, aku tidak menyia-nyiakannya. “Coba jelaskan maksud kamu dengan kalimat ‘kalau kamu tidak memilih orang yang salah’, Lekha?” Aku memutuskan bergeser berusaha mengikis jarak di antara kami agar bisa menatapnya lebih jelas. “Aku tahu aku pecundang karena pergi begitu saja tanpa memberi kamu kesempatan untuk menjelaskan. Tapi aku nggak pernah bilang kalau memilih kamu yang menemaniku menjalani apa pun yang sudah aku rencanakan untuk masa depanku, adalah sesuatu yang salah.” Lekha memejamkan mata. Aku menjadi merasa dejavu. Masih segar

