Candralekha Aku merasakan Bayu mengecup puncak kepala dan pelipisku berkali-kali sambil mengucap kata maaf yang juga sudah tak terhitung banyaknya. Bahkan aku bisa merasakan kalau dia enggan melepaskan pelukannya ketika aku mencoba melepaskan diri dari pelukannya. “Aku minta maaf, Lekha. Nggak apa-apa kalau kamu bosan mendengarkan kata maaf dariku. Tapi aku akan tetap mengucapkan kata maaf itu setiap kali ada kesempatan untuk mengatakannya. Kalaupun kamu belum bisa menerima permintaan maaf dariku, aku ngertiin kamu. Aku akan selalu menunggu sampai kamu benar-benar telah siap memaafkan aku. Aku nggak akan pergi lagi.” Ternyata aliran air mataku berhenti hanya untuk sementara waktu saja. Karena kini aku mendapati pipiku sudah basah kembali padahal baru sedetik yang lalu aku mengeringkann

