Bayu Aksara Aku kira Lekha akan membiarkanku melakukan perjalanan sendiri dari bandara Palembang menuju hotel tempat dia akan menginap bersama teman-temannya sekaligus tempat diadakannya resepsi pernikahan teman dokternya. Ternyata aku salah. Dia sedang menungguku di salah satu sudut kursi tunggu di terminal kedatangan domestik. Dari kejauhan aku melihat dia sedang memainkan handphonenya kemudian terlihat seperti sedang menghubungi seseorang. Tak berselang lama handphone-ku berdering. Ada nama Lekha muncul di layar ponselku. “Kamu udah landing?” tanya Lekha tanpa basa basi. “Iya, udah. Ini aku lagi jalan ke arah kamu sekarang. Makasih ya, udah nungguin.” Nggak lama panggilan telepon diputus secara sepihak. Lekha menoleh ke arahku. Setelah menemukan keberadaanku dia kembali menatap

