82. Bohong Demi Kebaikan

1008 Kata

Candralekha Selama empat setengah bulan terakhir aku terbiasa menangis hingga terlelap sendiri karena kelelahan menangis. Maka dari itu bila tidak sedang ada kegiatan apa pun di luar rumah sakit aku lebih suka menghabiskan waktu malamku dengan menyibukkan diri di IGD dan akan kembali ke apartemen menjelang subuh. Sehingga setelah sampai apartemen aku bisa tidur tanpa drama tangis sampai menjelang siang karena benar-benar mengantuk. Dan sekarang aku terbangun dengan kepala luar biasa sakit. Aku tahu efeknya akan sesakit ini di kepalaku kalau nekat menangis sampai ketiduran. Aku keluar kamar untuk mencari obat pereda nyeri yang tersimpan di tasku. Kebetulan tasku tertinggal di ruang tengah. Lebih tepatnya memang sejak kemarin di sana. Nggak ada yang aku pikirkan selain keberadaan Bayu yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN