*** "Perempuan enggak tahu malu. Beneran harus aku peringatin secara langsung kayanya biar kapok." Shireen mendesis geram. Tengah menikmati suasana sore di balkon kamar, sebuah kiriman foto barusaja dia terima dari Utari—sekretaris Bayanaka. Meminta perempuan itu mengikuti ke mana sang putra pergi, Shireen disuguhi momen Bayanaka bersama Medina di sebuah teras rumah. Marah? Jawabannya adalah iya, karena lagi-lagi sang putra membohonginya. Bukan bertemu Medina, Bayanaka berkata jika alasannya terlambat pulang di hari ini adalah; ingin makan dulu di luar. "Bayanaka juga kenapa sih?" tanya Shireen. "Bilangnya udah enggak berhubungan sama Medina, terus enggak tahu perempuan itu di mana, eh diam-diam ketemu. Nantangin aku apa gimana ya tuh anak? Udah tahu mamanya enggak suka dia berhubunga

