Bagian 83

918 Kata

*** "Sekali lagi kamu nyakitin Medina, habis kamu ditangan saya, Fajar." Fajar tidak bisa berkutik. Terlentang di rerumputan depan teras, tubuhnya dikunci oleh pria berjas yang beberapa waktu lalu berkelahi dengannya. Sempat beradu mulut perihal Medina, Fajar sudah mengusir pria itu yang menurutnya tidak berhak ikut campur. Namun, alih-alih pergi, pria tersebut justru menarik Medina darinya—membuat dia yang sedang di puncak emosi, tidak bisa mengendalikan diri. Menyerang lebih dulu tanpa peduli pekerjaannya yang mungkin saja terancam, Fajar optimis dirinya menang. Namun, yang terjadi justru sebaliknya karena setelah beberapa kali terkena pukulan, dia tidak berdaya. "Bapak enggak berhak bilang gitu karena Medina istri saya, Pak," desis Fajar pada pria di atas tubuhnya yang tidak lain a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN