*** Tidak banyak menjalin hubungan dengan seorang perempuan, baru kali ini Bayanaka merasa sangat takut kehilangan orang yang dia cinta. Panik setelah melihat Medina melakukan hal nekad, detak jantung Bayanaka semakin berdebar kencang ketika perempuan yang dicintainya itu terpeleset lalu tenggelam. Takut Medina semakin ke tengah, Bayanaka patut bersyukur karena ketika dirinya turun, Medina masih ada di tepi sehingga tidak sulit untuknya menyelamatkan perempuan itu. Belum pingsan karena tenggelam, Medina masih tersadar ketika diselamatkan sehingga kini, perempuan itu duduk di rerumputan dengan kedua kaki berselonjor. "Din, kamu keterlaluan." Medina yang masih berusaha menenangkan diri, menoleh setelah dengan napas yang masih terengah, Bayanaka buka suara dari samping kirinya. "Saya t

