*** "Arula." Sore hari—di tengah kegiatannya menikmati angin sore, Medina bergumam setelah di layar ponsel, dia mendapati nama sang teman lama terpampang. Sedang tidak sibuk, Medina yang kini duduk di kursi teras, menjawab panggilan lalu menyapa seperti biasa. "Halo, Ru, kenapa?" "Halo, Din, kamu lagi sibuk enggak?" tanya Arula seperti biasa. "Aku mau cerita sama kamu." "Aku lagi duduk aja sih di teras, enggak lagi ngapa-ngapain." "Suamimu ada?" tanya Arula lagi. "Malam ini Mas Fajar masih di rumahnya Rosa. Jadi aku sendiri," ucap Medina. "Kenapa memang?" "Enggak sih, cuman kalau ada suami kamu, aku enggak enak gitu. Nanti disangkanya ganggu." Medina tersenyum tipis. "Enggak kok, dia enggak ada di rumah," ucapnya. "Kamu mau cerita apa emangnya?" "Naka," jawab Arula—membuat senyu

