Bagian 23

987 Kata

*** "Kak Naka." Mendapati nama Bayanaka di layar ponsel, Elodia bergumam dengan perasaan yang tiba-tiba saja degdegan. Masih memakai bathrobes, dia barusaja selesai membersihkan badan beberapa menit lalu. "Angkat jangan ya?" tanya Elodia. "Takut banget pas lagi ngobrol, tiba-tiba keceplosan." Sempat dilema, Elodia akhirnya menjawab panggilan. Menunda niatnya memakai baju, dia duduk di tepi kasur lalu menyapa, "Halo, Kak." "Sudah di rumah?" tanya Bayanaka. "Udah," ucap Elodia. "Kebetulan baru beres mandi. Kenapa?" "Pengen telepon aja," jawab Bayanaka dengan suara tenangnya seperti biasa. "Lagi sibuk enggak? Ada yang mau aku bicarain." Elodia mengernyit. Mendengar ucapan Bayanaka, dia teringat pada Javas. Penasaran sekaligus takut, dua rasa itu menghampirinya sehingga alih-alih menja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN