Bagian 64

906 Kata

*** Pergerakan Bayanaka lebih cepat dari Fajar. Berlari tanpa peduli apa pun setelah diberitahu posisi Medina, dia menggendong perempuan itu dengan segera. Sempat dihadang Fajar yang datang menyusul, cekcok kecil tentang siapa yang lebih berhak atas Medina sempat terjadi, sampai akhirnya Bayanaka menang dan dengan sigap membawa perempuan itu ke mobil. Tidak ada Fajar mau pun Arula, kini di perjalanan menuju rumah sakit, Bayanaka hanya berdua dengan Medina, karena Fajar dan Arula dia minta menyusul menggunakan mobil masing-masing. "Sekarang ada yang sakit enggak?" tanya Bayanaka, tanpa mengalihkan fokus pada jalanan. "Enggak ada, Mas," ucap Medina. "Daritadi enggak ada yang kerasa sedikit pun makanya pas tiba-tiba pendarahan, aku kaget." "Tapi kamu beneran enggak jatuh di kamar mandi,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN