Tatapan keduanya terasa sangat intens. Baik Nirmala atau pun Ivan sama-sama menunggu untuk watu yang tepat maju dan merealisasikan apa yang ada di dalam pikiran mereka. Tapi keduanya masih diam dan hanya saling menatap lalu sesekali akan melihat bibir masing-masing. Kegugupan melanda tapi sensasi untuk menantang diri sendiri juga muncul. Perasaan mereka bergejolak antara ya atau tidak untuk mengulangi hal yang waktu itu mereka bilang adalah sebuah kesalahan. Namun kini keduanya secara sadar menginginkannya dan tidak menolak seperti sebelumnya. Atau gambaran ini berlaku untuk Nirmala saja. Sebab dia yang waktu itu menolaknya. Tangan kanan Ivan terulur menyentuh pipi Nirmala, menyentuh bagian yang kini memerah dengan jempolnya dengan amat lembut. Namun Nirmala yang merasakan itu justru

