"Gempita... Sudah... Jangan menangis. Semuanya akan baik-baik saja. Percaya padaku...." Suara Genta tercekat saat mengatakannya. Dia benar-benar tidak tega melihat Gempita seperti itu. Berulang kali Genta memberi kecupan dan memberi pelukan pula supaya perempuan itu tenang. Tapi tetap saja, Gempita tidak tenang juga. Genta sendiri memang seolah tidak sanggup dengan keadaan yang ada, namun dia tetap berusaha. Dan harusnya Gempita pun sama. Mereka sedang saling peluk. Saling menguatkan, saling memberi semangat untuk menghadapi kenyataan yang ada. Tangis dari Gempita mulai terhenti beberapa saat kemudian. Pelukan kemudian terlepas, mereka saling tatap. Genta tersenyum sendu, dia seolah mengajak Gempita untuk tersenyum pula, tapi tetap saja tidak bisa. Dan Genta membantu mengusap air mata

