Mengetahui Semua

3850 Kata

"Pah... Gempita pulang...." Gempita menuju ke ruang santai Papanya. Namun, ternyata cinta pertamanya itu tidak ada di sana. Perempuan itu cukup lega. Dia tidak perlu bersandiwara di hadapan Papanya. Awalnya Gempita juga mau menghindar sejenak, dan kondisinya mendukung. Haruskah dia bersyukur akan hal ini? Mungkin bersyukur sejenak tidak apa. Setelahnya Gempita harus kembali menerima nasib. "Papa sedang menyiram tanaman di samping rumah. Istirahatlah setelah mandi, Sayang," teriak Pak Hideko yang ternyata mendengar suara anaknya tadi, padahal suaranya kecil dan lirih. Mungkin Pak Hideko tadi tahu juga Gempita pulang diantar oleh Genta. Tapi dia diam karena masih sibuk dengan urusannya. Mendengarnya, Gempita tidak akan menyia-nyiakan semuanya. Ini kesempatan dari Tuhan untuknya supaya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN