Sementara itu, Genta baru saja sampai di rumahnya. Dia terdiam cukup lama di mobilnya menyaksikan pintu rumah yang terbuka itu, belum berani beranjak. Rumahnya sangat hening dan selalu tenang. Tapi dia yakin bahwa setelah dirinya mengatakan semuanya, rumah tersebut akan berbeda. Begitu pula dengan penghuninya, semua akan dilingkupi dengan rasa kekecewaan. Tunggu sejenak, dia masih memerlukan kemantapan hati. Dia bernapas panjang, lalu menghembuskannya dengan tenang. Begitu beberapa kali sampai akhirnya dia mau turun dan masuk ke rumahnya. "Baiklah, Genta. Ini perbuatanmu. Kamu yang harus menanggung dan menyelesaikan semuanya," ucapnya pada dirinya sendiri. Dia menghirup napas panjang lagi dan memberi kekuatan pada dirinya sebelum mengatakan semua pada keluarganya. Dia akhirnya melangkah

