"Halo, Nak. Apa kabarmu?" Sebuah suara yang sangat Abila ingat. Senyuman itu masih sama, wajahnya juga sama. Bahkan tatapan itu tak pernah hilang dari ingatannya. Begitu manis, begitu cantik dan penuh kasih sayang. Suara dan sosok yang Abila rindukan selama ini. "Ibu ... Ibu ... hiks!" Perlahan jemarinya mengusap layar tablet. Ia ingin lebih lama memandang wajah ibunya. "Nak, saat kau putar video ini. Berarti ibu sudah tidak berada di sisimu. Jika video ini kau tonton sendiri berarti ayahmu dalan bahaya ... Nak," suara itu kembali terdengar. Di layar wajah Almira nampak tegang dan serius. Abila melangkah mundur dan duduk di sisi ranjang. Anto mengikutinya dan berdiri di depannya dengan sabar. "Nak, bukan maksud Ibu untuk meninggalkanmu. Tapi, jika hal ini terjadi dan video in

