SURAT UNTUK ABILA

1014 Kata

Abila menatap laci meja rias yang ia buka. Satu kotak perhiasan. Keningnya berkerut. “Apa ini?” Abila membuka, di dalamnya, ada sebuah amplop bertuliskan namanya: ‘Untuk Abila’. “Surat. Untukku?” Abila menarik amplop itu keluar. Tulisan tangan di depannya terlihat lemah, mungkin ditulis menjelang kematian Delisa. Abila ragu. Haruskah ia membaca kata-kata terakhir dari wanita yang ia benci? Rasa penasaran mengalahkan kebencian. Abila merobek amplop itu, mengeluarkan selembar kertas lusuh. Ia mulai membaca. Untuk Abila… anak yang seharusnya bisa kupeluk sejak dulu, namun tak pernah sempat kupanggil dengan layak sebagai “putriku”. Abila… Sebelum aku pergi untuk selamanya, aku ingin kau membaca ini. Biar kau tahu… aku tidak pernah benar-benar hidup bahagia sejak hari pertama aku mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN