“Ini bukan karya Beiliene!” Pelayan butik itu langsung kaku. Senyum sinis yang tadi dipamerkan hilang seketika, berganti tatapan takut. “A-anu… ini memang koleksi terbaru, Nona…” suaranya bergetar. “Berhenti bohong.” Abila menggeser Fadil ke bahu kirinya sambil meraih salah satu dress di rak utama. Ia mengangkat bagian bawahnya, memeriksa jahitan dalam, lalu mendecak pelan. “Ini jahitan overlock murahan. Beiliene tidak pernah memakai teknik seperti ini. Brand internasional itu pakai french seam. Tidak pernah begini.” Pelayan menelan ludah. Fadlan menatap Abila dengan pandangan terkejut—antara bangga dan merasa asing terhadap putri yang tak pernah dikenalnya. “Dan satu lagi,” Abila mengangkat dress itu lebih tinggi. “Perancang Beiliene tidak pernah mengulang pola neckline sebanyak

