Abila tengah memandikan adiknya. memakaikan baju yang mulai kekecilan. "Aah!" protes Fadil sambil menarik keras bajunya untuk menutupi perutnya yang bulat. "Oh, udah kekecilan ya,.Dek?" tanya Abila tersenyum geli. Abila makin terikat dengan bayi itu. Hatinya mulai menerima.sosok mungil yang tau hanya dirinya sang pelindung. "Hamamamamama!" oceh Fadil yang membuat hati Abila.makin menghangat. 'Oke,.waktunya kita jalan-jalan di halaman!" ajak Abila lalu menggendong lembut adiknya di lengan. Ia sendiri membenahi sesuatu di bajunya dan penahan d**a itu. Lalu setelah yakin tidak merasa terganggu, ia pun keluar kamar. Abila mendekap Fadil yang mulai merengek minta digendong lebih tinggi. Gadis itu menyesuaikan pelukannya, menepuk-nepuk punggung kecil itu dengan lembut. Wajahnya han

