Selama aku bekerja, Stella menghabiskan waktunya di rumah Samantha yang berjarak satu rumah dari rumah kami yang baru. Mungkin aku akan membeli rumah yang kami tinggali dengan uang penjualan rumah yang lama. Aku tidak tahu. Semuanya kacau, hidup yang seperti ini sama sekali tidak kurencanakan sebelumnya. Rumah lamaku penuh dengan kenangan. Apa dengan menjualnya sudah menjadi keputusan yang benar? Tapi, aku tidak memiliki cukup uang jika tetap mempertahankan rumah lamaku. Dilema seperti ini yang sangay kubenci. Keadaan yang mendorongku untuk merelakan rumah peninggalan ibuku. Aku semakin merasa bersalah kepada ibuku. Di dalam hati ini, aku tidak pernah rela untuk menjual satu-satunya rumah yang bisa membuatku merasa jika ibuku masih hidup. Hidup harus terus berjalan. Stella memiliki mas

