“Stella Rei namanya.” Aku berbicara dengan nada lelah. Aku masih belum menemukan mereka berdua. “Itu nama temanku.” David menekuni layar di depannya. Keponakanku terlalu fokus dengan kegiatannya, tanpa melihat diriku yang sangat kacau. “Ceritakan tentang Stella, Dave.” Aku ingin tahu bagaimana keadaan Stella saat ini, tapi belum ada hasil apa-apa yang bisa kuperoleh sampai sekarang. “Stella sudah pindah sekolah. Aku ingin meneleponnya, tapi aku tidak tahu bagaimana caranya. Aku tidak tahu rumahnya. Aku bermain bersama Stella sebelum dia pergi ke luar negeri. Stella bilang kalau ia akan bermain piano ke tempat yang banyak orangnya, seperti ini.” David menunjuk ke tablet nya “Kau sering bermain dengannya?” “Hanya aku yang mau berteman dengan Stella. Semua orang memusuhinya. Aku memberi

