Flashback On Sudah berkali-kali aku melihat tubuh polos Kalla, baru hari ini aku tahu kalau ada luka memanjang di pahanya. Seperti tergores benda tajam. Aku penasaran dengan luka yang meninggalkan jejak parut. “Ini apa?” Aku menyentuh paha Kalla yang tidak ditutupi oleh sehelai benang pun. “Bekas luka, terlihat jelek, ya?”Kalla tersenyum ke arahku. Saat wanita ini terlihat ceria aku selalu bisa merasa lebih lega. “Ini seksi.”Bahkan aku tidak peduli dengan luka itu. Tidak begitu menggangguku juga. “Ayahku tidak sengaja mendorongku dan jadi seperti ini sekarang.” “Kenapa ayahmu mendorongmu?” Aku ingin tahu. “Karena aku membuat dia marah.” “Memangnya apa yang kau lakukan?” Aku ingin tahu juga penasaran. “Aku menolong anak lelaki manja yang tersesat, dia tampak mengenaskan dan ingin

