Gadis Pembawa Kabar

1512 Kata

"Jangan bercanda, Rinda. Kamu lagi prank aku ya?" tanya Arga menelisik wajah Rinda dalam-dalam. Mencoba mencari pembenaran atas apa yang dikatakan Rinda barusan. Tapi sejauh apa yang dilihatnya dari Rinda, gadis itu nampak jujur dan berkata apa adanya. Wajah polosnya menandakan demikian. Rinda menggeleng. "Gadis itu sudah lama meninggal, Kak. Kalau kakak gak percaya, aku harus bongkar tembok gudang itu. Kalau dilihat dengan seksama, tembok gudang yang nampak di luar memang lebih panjang dari kondisi di dalamnya. Ada ruangan lebih yang dibuat oleh seseorang untuk menaruh jasad Rahayu di sana. Dan sampai saat ini, kasus ini belum terungkap, pelakunya masih bebas berkeliaran dimana-mana." Arga terdiam, alisnya berkerut-kerut. Teringat kembali pada kejadian dua tahun silam. Di mana orangtua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN