“Cassie,” Alex menyentuh tangan kanan Cassie dan menariknya perlahan agar wanita itu mendekat. “I’m sorry, aku kasar?” Alex langsung menyibakkan rambut Cassie ke samping untuk melihat lehernya. Ia sangat takut tadi saat menaruh tanganya di sana beberapa saat lalu Alex menekan terlalu keras. “I’m okay.” Cassie tidak merasakan sakit sama sekali meski lehernya memerah. Hanya saja, tenaganya seperti terkuras sebab Alex tidak membiarkan Cassie beristirahat. Pria itu mendominasi Cassie—seperti seharusnya. Meski bercinta di dalam pesawat tetap akan menjadi kegiatan yang tak terlupakan seumur hidupnya, namun apa yang dilakukan Cassie dengan pria itu beberapa saat lalu tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Sensasinya, getarannya, segalanya. Cassie seperti melihat sisi lain dari Alexander Mad

