“Aku cuma main-main dengan kak Alex.” Alex mengerutkan keningnya ketika mendengar kata-kata itu. Cassie berbisik di telingannya, tepat dan dekat, sehingga kejelasan bisa diangggap seratus persen. akurat. “Sayang,” Alex refleks menekan pinggang Cassie dengan tangannya, dekapan itu penuh dengan protes dari ling-lung beberapa jam ini. “Aku seperti masuk ke video-video prank.” “Kak Alex nonton video prank? Buang-buang waktu.” Cassie terkekeh sambil merasakan tangan Alex mencoba mengurung tubuhnya. “Mama Grace yang nonton,” jawab pria itu, dan Alex tidak berniat membiarkan Cassie lolos dari dekapannya. “Stay still, Dewi nakaI.” “Dewi nakal?” tawa Cassie terdengar renyah. “Aku baru tahu ada Dewi nakal,” dan dia berusaha melepaskan dekapan Alex. “Kamu si Dewi nakal.” Alex membenamkan wajahn

