BAB 90

1556 Kata

“Sayang... sayang....” Alex berjalan mengitari meja makan untuk menemui Cassie yang sedang menikmati sarapannya. “Sayang, beneran gak boleh sentuh-sentuh atau cium-cium? Kan yang disentuh bukan yang di bawah.” Alex menatap Cassie seperti minta keringanan. Wangi pancake pagi ini terasa menyebalkan padahal biasanya terasa manis. Cassie menggeleng, tangannya sibuk memegang garpu. Membelah pancake di piring putih. “Nggak boleh,” katanya kepada Alex. “Terus aku ngapain?” Alex benar-benar seperti bocah yang mengeluh tidak diberikan izin main bola di lapangan luas dekat komplek. Cassie menahan tawanya. “Look at you, Alexander Madava seorang pengacara termahal di Indonesia merengek karena nggak bisa bercinta.” “Aku suka memasukkan sesuatu,” kata Alex membuat Cassie memutar kedua bola matanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN