Olivine benar-benar menjadi wanita luar biasa, tubuhnya memancarkan sinar indah bahkan hanya melihatnya dengan wajah polos tanpa make-up seperti itu sama sekali tidak mengurangi kecantikannya.
Kevin tersenyum puas dengan hasil itu, jangankan 450 juta, 1 M pun akan dia keluarkan untuk bisa merawat Olivine.
Kevin segera membawa Olivine pulang ke apartemennya, disana sudah ada seorang wanita yang akan menjadi guru Olivine dalam hal style.
"Selamat sore tuan," sapa wanita itu saat Kevin Dan Olivine tiba di apartemen.
Kevin mengangguk, "Kamu tahu harus melakukan apa bukan? ajari dia sampai dia bisa, jika dia malas silahkan hukum saja," ujar Kevin yang berhasil membuat Olivine kaget, harus seperti itukah pikirnya.
Madam Kesi itu mengangguk, "Sesuai perintah tuan," jawabnya sopan.
Kevin melirik pada Olivine, "Sekarang kamu akan belajar bersama Madam Kesi, dan kamu akan tinggal di apartemen ini. Apartemen ini milik tuan Zavier jadi kamu harus berhati-hati, untuk tidak melakukan perbuatan aneh disini."
Olivine menganggukkan kepalanya, "Baik tuan."
"Oh iya Madam Kesi saya sudah membeli pakaian juga heels, saya mau dalam waktu 3 hari Olivine harus benar-benar paham bagaimana karena Olivine harus langsung bekerja di perusahaan," ujar Kevin.
"Baik tuan saya akan berusaha semaksimal mungkin."
Setelah merasa semuanya beres, Kevin memberikan Lockcard pada Olivine dan dia pamit pergi dari sana.
"Mari kita masuk," ujar Madam Kesi di angguki oleh Olivine.
Setelah tiba di dalam sesuai perkataan Kevin tadi semua barang mulai dari baju, tas, hells dan juga make-up sudah bertumpuk di ruang tamu.
"Baik Olivine, sekarang ganti baju kamu dengan baju yang paling nyaman kamu pakai tapi jangan yang terlalu kedodoran ya karena kamu harus belajar berjalan menggunakan Hell's.
Olivine mengangguk, dia ingat pernah melihat acara di televisi saat para model latihan berjalan dan mereka menggunakan celana yang tampak melekat di tubuh mereka.
Olivine tidak punya celana seperti itu, tapi dia memiliki celana tidur yang masih bagus dan layak untuk di pakai.
Olivine segera mengambil celana itu di dalam ranselnya dan membawanya ke toilet, iya toilet karena dia sama sekali tidak tahu yang mana kamarnya.
Setelah mengganti pakaian Olivine segera kembali ke ruang tamu, "Sudah madam," ujarnya.
Madam Kesi tersenyum kemudian menyerahkan sepasang hells kepada Olivine.
"Pakai dan berjalan dengan benar dengan ini."
Olivine mengangguk dan lekas duduk di lantai untuk memakai benda itu, melihat hal itu Madam Kesi langsung menegurnya, "Jangan seperti itu Olivine, duduk di atas sofa dan posisikan kakimu seperti ini," ujar Madam Kesi memperagakan suatu gaya pada Olivine.
Olivine mengangguk dan lantas duduk di atas sofa, dia menyilangkan kedua kakinya kemudian memasangkan hells itu di kakinya.
"Sudah?" ujar Madam di angguki oleh Olivine.
"Baik sekarang bangkit dengan perlahan, jangan lupa tersenyum," ujar Madam Kesi.
Olivine menuruti semua ucapan Madam Kesi hingga dia berdiri dengan tegak.
"Sekarang berjalan dengan benar, jangan terburu-buru tetap anggun kepala jangan menunduk tetap menatap lurus ke depan."
Olivine berjalan pelan sambil menatap ke arah depan, kakinya seakan ingin tergelincir karena hells yang begitu tinggi itu. Biasanya dia akan menggunakan sandal tipis tapi kini justru dia harus memakai sandal seperti itu.
Bruk
Tubuh Olivine terjatuh di lantai saat kakinya tergelincir, ”Akhh," dia merasakan sakit yang luar biasa.
"Bangkit Olivine, kamu tidak boleh menyerah kamu harus bisa menggunakan hells ini dengan benar."
Mau tidak mau Olivine kembali bangkit, "Ayo berjalan perlahan," ujar Madam Kesi.
Bruk!
Lagi-lagi Olivine jatuh karena kakinya tidak bisa menopang berat tubuhnya.
"Saya tidak bisa Madam."
"Kamu harus bisa Olivine, jika tidak tuan Kevin tidak akan menolong kamu," ujar Madam Kesi yang berhasil membuat api semangat Olivine berkobar.
Olivine bangkit meskipun tertatih-tatih, dia berjalan pelan sambil berusaha untuk berat tubuhnya tidak membuatnya kembali tergelincir.
"Ya benar seperti itu, kamu tidak boleh melepas hells itu Olivine, kamu harus berjalan di dalam apartemen ini menggunakan hells itu, dan besok kamu akan belajar menggunakan pakaian yang senada juga tas yang bagus untuk style kamu nanti."
**
Di sisi lain kini Kevin kembali ke rumah Zavier, dia akan tinggal disana untuk bisa mengawasi semua pergerakan yang ada.
Zavier yang baru saja keluar dari kamar menatap tajam pada Kevin, "Dimana Olivine?" ujar Zavier.
"Di tempat aman, tidak perlu khawatir tuan karena saya memiliki rencana yang baik."
Zavier menarik nafas, "Sudahlah tidak perlu biar aku saja yang mencari Radian," ujar Zavier sambil melewati tubuh Kevin.
"Kenapa? apakah ada masalah?" ujar Kevin.
Zavier menggeleng "Aku hanya tidak sabar untuk bisa menghabisinya."
Kevin menarik nafas dalam, "Bukankah akan lebih baik jika kita memancingnya untuk pulang? aku sudah mencari identitas wanita yang masuk ke dalam perusahaan itu."
Zavier menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Kevin, "Dia adalah kerabat Radian," ujar Kevin.
"Kerabat?" ulang Zavier dan langsung di angguki oleh Kevin.
"Tapi aku tidak yakin dengan itu," Kevin berjalan mendekat ke arah Zavier, "Karena wanita itu sama sekali tidak memiliki orang tua bahkan dia tidak jelas berasal dari kerabat yang mana."
Mendengar hal itu Zavier terdiam kemudian dia menatap Kevin, "Lalu bagaimana? aku tetap menerimanya di perusahaan seolah tidak terjadi apapun?"
Kevin mengangguk, "Tentu saja tapi anda harus menerima Olivine untuk bekerja di perusahaan sebagai sekretaris pribadi."
"Apa?" kaget Zavier, "Kau sedang mencoba mempermainkanku? apa maksudmu membawanya masuk ke dalam perusahaan!"
Kevin menggeleng pelan, "Sungguh anda menjadi pria yang bod*h karena masalah ini, tentu saja ini untuk menjebak Radian. Coba pikirkan apa mungkin Radian dengan sengaja mengorbankan putrinya hanya untuk memuaskan dirinya? jika iya itu artinya Radian tidak menyayangi Olivine bukan? dan itu mengartikan jika dia tidak perduli pada apapun yang terjadi pada Olivine."
"Radian pasti tahu jika Olivine di tangkap dia pasti harus menderita disini dan itu artinya Radian memang sama sekali tidak perduli dengan kehidupan Olivine."
"Lalu kau mau jika kita membuat seolah Olivine baik-baik saja, kita tidak menghukumnya begitu?"
Kevin mengangguk, "Benar sekali dengan begitu aku yakin jika Radian akan datang kesini menemui Olivine."
"Lalu bagaimana jika tidak?" tegas Zavier.
"Maka anda boleh melakukan apapun pada Radian," jawab Kevin tegas.
*******************************************
”Saya diberhentikan kenapa tuan? kesalahan saya dimana, ini tidak adil bagi saya."
Kevin tersenyum tipis, "Sudahlah turuti saja apa yang tuan Zavier katakan karena dia mau memiliki seorang sekretaris wanita di perusahaan ini," tegas Kevin pada pria yang ada di depannya itu.