Bak seorang model

1010 Kata
Kevin ikut masuk ke dalam kamar kecil pengap itu, tampak isinya hanya sebuah kasur tipis juga lemari plastik yang begitu usang. Kevin menelisik isi ruangan itu, benarkah wanita di depannya itu tidur di dalam ruangan yang lebih layak di sebut kandang itu? "Tuan tidak nyaman ya?" ujar Olivine. Kevin menggeleng untuk membesarkan hati Olivine, "Tidak Olivine saya hanya bingung kenapa kamu tidur disini, apa rumah sebesar ini tidak memiliki cukup kamar?" Olivine tersenyum kemudian menggeleng, dia ikut menatap langit-langit kamar, "Tuan Radian hanya memberikan ruangan ini untuk kami tuan, tidak ada yang lain atau ruang lain." Olivine melirik ke arah tas lusuhnya yang masih tergeletak sembarang arah itu, dia mendekat kemudian memungut satu persatu pakaian yang sudah tercecer saat kejadian malam itu. Uang yang sempat Kasih berikan untuknya juga masih ada disana, lagipula siapa yang berminat mengambil uang recehan itu? tapi bagi Olivine uang itu sangat amat berharga karena ibunya mengumpulkan uang itu dengan segenap perjuangan. Air mata Olivine menetes saat memunguti uang itu, membuat Kevin yang melihat hal itu tidak tega. "Olivine, saya tidak tahu apa yang telah terjadi disini tapi saya yakin jika kamu wanita yang jujur. Maafkan tuan Zavier dia masih belum bisa menerima takdirnya," lirih Kevin dengan suara penyesalan. Olivine memejamkan matanya seiring bulir bening mulai menetes di wajahnya, "Saya paham tuan, kami dua orang yang sama-sama kehilangan bahkan saya lebih kurang beruntung daripadanya saya hanya memiliki ibu tanpa sosok ayah dan sekarang ibu saya entah berada dimana," ujar Olivine berusaha menegarkan hatinya. Kevin menghembuskan nafas kasar, "Olivine apakah kamu dendam pada tuan Zavier?" ujar Kevin. Olivine menunduk, "Biarkan waktu yang menjawabnya, saya hanya ingin ibu saya sekarang." Kevin menunduk, "Saya akan bantu kamu Olivine, saya akan usahakan mencari dimana ibu kamu berada tapi saat ini kamu harus bisa membantu saya untuk mencari dimana Radian berada." Olivine melirik ke arah Kevin, "Bagaimana saya bisa membantu? jika untuk melindungi diri saya saja tidak mampu." Kevin tersenyum, "Kamu bisa asalkan kamu yakin, intinya kita harus bisa menjebak Radian untuk datang kesini ini demi kamu jika kita berhasil Tuan Zavier tidak akan lagi menyalahkan kamu, dan kamu bisa tahu dimana keberadaan ibumu. Bukankah ibumu pergi bersama Radian?" ujar Kevin. Olivine tampak berfikir dia ragu tapi ucapan Kevin benar, mereka tidak bisa berdiam diri saja. Olivine menatap Kevin dan mengangguk mantap, "Baiklah tuan, saya akan ikut tolong ajari saya ya tuan agar saya mengerti." Kevin tersenyum dan menepuk pundak Olivine, "Saya akan bantu, baiklah sekarang kemari barang kamu kita akan pergi dari tepat ini." Olivine mengangguk dan lekas mengemasi semua barangnya, setelah selesai dia langsung bangkit dan berjalan cepat keluar dari dalam kamar. "Karena kamu sudah setuju untuk ikut dalam rencana ini maka kamu harus merubah penampilan kamu dan mulai belajar." "Belajar?" ulang Olivine di jawab anggukan oleh Kevin. "Ya belajar, sudah ayo ikut saya," Kevin lantas keluar dari rumah menuju mobilnya. Para anak buah Zavier tampak membungkuk hormat padanya, Olivine ikut masuk ke dalam mobil kemudian mereka melesat pergi dari kediaman Radian itu. Kevin langsung membawa Olivine pergi ke klinik kecantikan, dia berniat untuk memberikan perawatan ekstra untuk wanita itu agar rencana mereka berjalan lancar. "Loh tuan kenapa kesini?" tanya Olivine. "Sudah ikut saja, kamu akan saya tinggalkan disini selama beberapa jam karena saya memiliki urusan lain ingat jangan kabur jika memang kamu benar," ingat Kevin. Olivine mengangguk lantas keluar dari mobil bersama Kevin, para dokter yang ada di klinik itu terlihat hormat pada Kevin mungkin sudah saling mengenal pikir Olivine. "Selamat siang tuan, ada yang bisa kami bantu?" ujar seorang wanita yang berada di bagian administrasi. Kevin mengangguk, "Berikan perawatan ekstra dari ujung rambut sampai kaki, saya ingin dia menjadi lebih bersih dan juga cantik," pinta Kevin. Wanita itu mengangguk, "Baik tuan serahkan pada kami, mari nona ikut saya," pintanya. Olivine melirik ke arah Kevin untuk mencari persetujuan, Kevin mengangguk dan memberikan kode untuk mengikuti wanita itu. Olivine menurut seperti yang Kevin katakan tadi dia harus ikut dalam rencana ini. Melihat Olivine yang sudah masuk ke ruang perawatan Kevin segera pergi dari sana, karena dia ingin membeli beberapa barang untuk Olivine tentunya. Dokter lantas mengecek wajah tubuh kepala bahkan sampai tangan dan kaki Olivine, karena wanita itu tidak pernah sama sekali perawatan jadi ada beberapa tindakan yang harus dilakukan untuk Olivine. "Mari Nona," ujar dokter itu mengajak Olivine untuk mengganti pakaiannya karena dia akan berendam, perawatan di mulai dari tubuh Olivine hingga nanti berakhir pada wajah. Sedangkan di sisi lain Kevin sudah sibuk mencari butik ternama untuk mencari pakaian luar biasa untuk Olivine, sepatu heels bahkan tas branded sengaja dia beli untuk menunjang penampilan Olivine nanti. Kevin yakin Zavier akan terkejut dengan perubahan Olivine nanti, dia akan berusaha agar Olivine bisa berada di lingkaran Zavier agar pria itu tahu siapa Olivine sebenarnya. Jika Olivine memang berbohong maka nanti Olivine sendirian yang akan terjebak dalam permainan ini. Setelah berbelanja cukup banyak barang dan waktu juga sudah menunjukkan pukul 5 sore, Kevin lantas menyudahi perbelanjaannya dan kembali mendatangi klinik kecantikan untuk menjemput Olivine. Olivine tidak tahu sudah berapa jam dia di klinik itu tapi yang jelas dia begitu menikmati semua perawatan yang diberikan itu benar-benar membuatnya puas. tubuhnya jadi rileks dan kinclong sekarang. "Bagaimana sudah selesai?" tanya Kevin pada Dokter yang ada di depannya. Dokter itu mengangguk, "Sudah tuan, nona Olivine sedang mengganti pakaian di dalam," ujarnya. Kevin mengangguk, "Berapa total biayanya? oh iya jangan lupa skincare untuknya karena dia baru saja melakukan perawatan agar kulitnya tidak iritasi." Dokter itu mengangguk, "Semuanya sudah di siapkan sesuai dengan kebutuhan kulitnya. Dan ini total biayanya," wanita itu memberikan secarik kertas berisi nama-nama perawatan dan juga harga serta total biayanya. "450 juta," ujar Kevin mengulang isi dari kertas itu. Dokter itu mengangguk, "Mungkin nanti nona Olivine sebaiknya datang lebih rutin ke klinik, kulitnya benar-benar luar biasa bahkan dia terlihat seperti model hanya perlu perawatan sesuai pasti dia semakin cantik." Kevin mengangguk dan mengeluarkan blackcard nya, "Tentu saja dia akan perawatan setiap minggu," ujar Kevin sambil menyerahkan kartu itu. "Lalu dimana dia sekarang?" "Saya disini tuan," ujar Olivine yang berdiri di belakang Kevin dengan tubuh luar biasa, kulit yang kinclong dan rambut terurai indah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN