Pagi harinya, Alvira sudah bersiap untuk ke sekolah. Tapi, dia harus mendapatkan kendala. Mobil yang akan mengantar dia ke sekolah mogok. Gadis itu menjadi gelisah sambil melihat ke arah pergelangan tangannya. “Mang, ini beneran nggak bisa jalan ya mobilnya? Bisa telat gini caranya.” Mang g*n, sopir pribadi keluarganya hanya bisa mengangguk pasrah. “Maaf ya Non, Mang g*n juga nggak tau kalau mobilnya mogok Non. Padahal memang sudah Mang service minggu lalu.” Alvira menggigit bibirnya. Dia menghela napasnya. “Yaudah Mang, dari pada Alvira telat, mending naik angkutan umum aja. Mang g*n bilangin aja sama Bunda, Alvira udah berangkat ke sekolah. Assalamualaikum.” “Waalaikum salam, Non.” Alvira lalu lari keluar dari pekarangan rumahnya. Dia berjalan tergesa keluar dari kompleknya, hingga

