Alvira pun terdiam sambil pura – pura menikmati pesta dibawah. Dia melihat Dian, yang mengenakan dress diatas lutut turun dari lantai atas. Gadis itu mengamati pergerakan dari sahabatnya. Dalam pikirannya, terdapat berbagai pertanyaan tentang apa yang dia ketahui sebelumnya. Dian turun dan seperti biasa, dengan humble menyapa teman – teman dia yang sudah datang ke pesta. Alvira masih menyoroti apa yang gadis itu lakukan. Tak lama, dari lantai dua, seseorang yang dia kenal turun setelah Dian. Apakah pemikiran buruknya, benar – benar terjadi untuk keduanya? “Bukannya itu Kak Dimas?” Dimas, dia melangkah turun dari tangga dengan kedua tangan yang masuk ke dalam kantong celananya. Alvira sejenak berpikir keras. “Apa, Kak Hema dan Dian sudah putus? Tapi, tidak mungkin. Kalau pun putus, masa

