Seorang wanita cantik, anggun, turun kebawah membawa senyum yang sumringah. “Halo sayang, udah pada datang ya? Maaf ya, Tante telat menyambut kalian. Biasa, habis terima telpon dari Papahnya Luna, hehe.” “Nggak Papah kok Tante. Telat mah nggak mengurangi porsi makan kita hehe,” jawab asal Galang. Mendengar jawaban Galang, Sean mendelik kearah laki – laki itu, “Lang!” Galang pun tanpa berdosa menyengir saja kepada ibu dari Luna. Luna tersenyum dan menatap kearah sang Mamah, “Mah, kapan pizzanya datang. Luna sama yang lain nggak sabar nih.” Wanita bernama Ima itu, dia mengelus dagu Luna, “Sabar ya sayang. Masih dianter sama orang Papah. Mamah mah nerima beres aja.” Diam – diam Galang menggosipkan keluarga Luna kepada Angga, “Gila ya, enak banget jadi Luna kali ya. Bokapnya kaya, perhat

